
Gelombang Kemarahan Korban Wedding Organizer Ayu Puspita Terus Meluas
Gelombang kemarahan korban wedding organizer (WO) Ayu Puspita terus meluas setelah percakapan antara salah satu korban dan seorang mantan staf dari tim marketing perusahaan tersebut viral di media sosial. Percakapan itu dibagikan oleh perempuan bernama Jumi dengan akun Threads @Jumiyy, yang juga tercatat sebagai salah satu klien yang gagal menikah gara-gara ditipu WO Ayu Puspita.
Dalam postingannya, Jumi menuding pihak marketing ikut bertanggung jawab. Tim marketing tidak memberikan informasi apapun kepada klien yang sebelumnya mereka tangani. Terlebih, mereka diduga resign diam-diam seolah lari dari tanggung jawab.
"Selain Ayu Puspita, team marketingnya juga wajib diminta pertanggung jawaban. Enak banget tiba-tiba resign, kalo ga karna mulut manis marketing ga akan sebanyak ini korban. Malah bisa-bisanya udah kerja di kantor baru dan ga ngabarin semua client yang mereka handle. Sok-sokan gatau apa," ujarnya pada Senin (8/12/2025).
Klaim Tidak Tahu
Dalam percakapan yang ditangkap layar lalu diunggah, eks marketing tersebut meminta maaf dan mengklaim bahwa dirinya tidak mengetahui perkembangan kasus yang menjerat Ayu Puspita setelah resign pada 24 November 2025. Ia juga mengaku hanya karyawan biasa.
"Hai Ka Jumi, mohon maaf ka sebelumnya. Sejujurnya aku juga kaget ka atas kejadian ini. Aku enggak tahu menahu mengenai kejadian kemarin ka dan hari ini. Soalnya aku per tanggal 24 november aku sudah resign dan diterima di kantor yang baru ka, jadi aku enggak tahu update apa-apa ka. Aku bisa bantu kirimkan nomor ibu Ayu dan GM-nya ka," katanya.
Selain itu, ia juga meminta agar nomor teleponnya tak disebarkan ke publik. Akan tetapi, Jumi meresponsnya dengan keras.
"Kalau kamu blokir aku kayak yang lain, aku bawa kamu juga ke polisi. Karena ada tanda tangan kamu."
"Sampai ortu kami kenapa-kenapa karena masalah ini, kalian semua saya seret ke penjara," pungkasnya.
Ratusan Klien Jadi Korban
Di antara ratusan korban WO bodong, ada yang telah membayar lunas jauh hari karena tergiur paket lengkap dengan harga ekonomis. Pada Minggu, 7 Desember 2025, ratusan orang lalu mendatangi rumah Ayu Puspita di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Dalam video yang diunggah akun @jktnewsreborn, Ayu tampak mengenakan kerudung hitam dan kemeja bergaris biru-putih, sementara para korban terus menyampaikan tuntutan.
Dalam pemeriksaan awal, Ayu menyampaikan bahwa manajemen keuangan perusahaannya mengalami masalah serius. Ia mengakui menerapkan pola gali lubang tutup lubang, menggunakan pembayaran dari klien baru untuk membiayai kebutuhan acara klien sebelumnya. Selain itu, sebagian dana yang diterima digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian rumah mewah serta kegiatan bepergian ke luar negeri.
"Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi (saya) sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien," ucap Ayu.
Awal Mula Terkuak
Kasus dugaan penipuan WO ini terungkap dari unggahan di TikTok yang melaporkan pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2025). Nana, saudara dari salah satu korban, menceritakan pesta pernikahan sepupunya kacau, sampai membuat kedua mempelai menangis.
Nana mengatakan ketika acara resepsi dimulai, tidak ada satu pun hidangan yang tersaji untuk tamu. "Acara sudah mulai katering nggak ada sama sekali," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun, Minggu(7/12/2025). Pihak keluarga pengantin sempat menghubungi pihak katering yang semestinya disediakan oleh WO Ayu Puspita. Namun, respons yang diterima tidak jelas.
"Saat dihubungi bilangnya sudah dekat tapi minta share location enggak dikasih," kata Nana.
Warganet yang mengaku turut sebagai korban kemudian membanjiri kolom komentar. Para korban pun berkomunikasi lebih lanjut melalui grup obrolan WhatsApp untuk menyamakan informasi. Dari hasil diskusi para korban, WO tersebut diduga memberikan penawaran yang sama secara menggiurkan untuk menarik pelanggan.
Saat ini, pihak WO sudah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara, diikuti oleh korban yang ingin mengetahui kejelasan dugaan penipuan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar