Tingkatkan Ketahanan Pangan, Wakapolri dan Kemenko Pangan Tanam Jagung di Lampung Selatan

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Wakapolri dan Kemenko Pangan Tanam Jagung di Lampung Selatan

Wakapolri Hadiri Penanaman Jagung di Lampung Selatan

Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo hadir dalam acara penanaman jagung di Lampung Selatan. Acara ini menjadi simbol komitmen Polri untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui kerja sama dengan Kementerian Koordinasi Pangan RI yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan.

Acara berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025, dan dihadiri oleh berbagai pejabat pusat, daerah, serta tamu undangan internasional. Hadir antara lain Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Asegaf, Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, para perwira TNI-Polri, Forkopimda, para duta besar negara sahabat, serta Bupati Lampung Selatan.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat gerakan nasional penanaman jagung sebagai komoditas strategis yang menopang pangan, pakan, dan kesejahteraan petani.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenko Pangan, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang digerakkan Polri. Ia menegaskan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi pedoman penting bagi seluruh pihak untuk bekerja bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan nasional.

“Kedaulatan suatu bangsa harus diwujudkan dengan swasembada—swasembada pangan, energi, dan air. Polri berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan nasional,” ujar Komjen Dedi.

Polri saat ini memiliki potensi lahan mencapai 1,3 juta hektare, terdiri dari 881 ribu hektare lahan produktif dan 496 ribu hektare lahan sawah. Potensi ini menjadi modal besar untuk memperkuat produksi pangan secara berkelanjutan.

Dalam laporan yang dipaparkan Wakapolri, Polri telah mengelola lahan seluas 633.045,6 hektare untuk penanaman jagung. Lahan tersebut terdiri dari 518 ribu hektare lahan produktif dan 114 ribu hektare lahan sawah yang melibatkan masyarakat secara luas.

Sebanyak 30.548 kelompok tani dengan total lebih dari 602 ribu petani telah bergabung dalam program ini, menunjukkan sinergi erat antara Polri dan masyarakat.

Dari kuartal I hingga III tahun 2025, Polri berhasil menghasilkan 2.835.173 ton jagung. Sementara itu, penanaman yang berlangsung pada November–Desember mencakup lahan seluas 412.898,32 hektare dengan estimasi panen mencapai 1,6 hingga 4,12 juta ton.

Target tahun ini cukup ambisius: 4 juta ton panen jagung sebagai kontribusi besar Polri terhadap swasembada pangan nasional.

Khusus di Lampung Selatan, penanaman jagung kuartal IV dilakukan seluas 1.054,10 hektare di 15 kabupaten/kota, dengan estimasi panen mencapai 4.216 ton.

Pada kegiatan hari itu, penanaman difokuskan di Desa Ruguk (Kecamatan Ketapang) dan Desa Pisang (Kecamatan Penengahan) dengan total area 89 hektare. Estimasi hasil panen mencapai 297 ton jagung.

“Kegiatan ini adalah komitmen Polri bersama Kemenko Pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Wakapolri.

Zulkifli Hasan: Tidak Boleh Lagi Ada Impor Beras dan Jagung

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program percepatan tanam jagung. Ia menegaskan pentingnya gotong royong dalam memperkuat sektor pangan nasional.

“Banyak yang bertanya, kenapa Polisi menanam jagung? Inilah Indonesia gotong royong. Polisi saja bisa menghasilkan 4 juta ton,” ujar Zulhas.

Zulhas juga menyinggung soal harga gabah dan jagung yang kini lebih stabil dan menguntungkan bagi petani, berkat pengawasan yang ketat dan kebijakan pemerintah. Harga gabah kini berada di kisaran Rp 6.500, sementara harga jagung mencapai Rp 5.500, naik signifikan dari tahun sebelumnya.

“Nilai tukar petani naik menjadi 124 persen, meningkat dari tahun lalu yang 116 persen,” tegasnya. Ia bahkan meminta agar petani berani melapor jika ada tengkulak yang mencoba memainkan harga.

Gubernur Lampung: Tanah yang Subur dan Potensi Besar

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal—akrab disapa Iyai Mirza—menyampaikan kebanggaannya karena Lampung memiliki lahan pertanian mencapai 1,3 juta hektare, menjadikannya salah satu daerah dengan potensi agraris terbesar di Indonesia.

“Lampung adalah tanah yang subur. Dengan kehadiran Menko Pangan dan Wakapolri, ini menjadi tanda Lampung akan semakin maju,” ujarnya.

Lampung saat ini juga masuk peringkat keenam nasional sebagai provinsi dengan surplus pangan terbesar. Ia berharap gerakan penanaman jagung ini mampu mendorong ketahanan pangan nasional sekaligus menyejahterakan petani Lampung.

Kegiatan penanaman jagung di Lampung Selatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor: pemerintah pusat, Polri, TNI, pemerintah daerah, petani, hingga masyarakat luas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan