Tingkatkan Keterampilan, Kurangi Pengangguran Lulusan SMK

Tingkatkan Keterampilan, Kurangi Pengangguran Lulusan SMK

Peluang Kerja di Luar Negeri untuk Lulusan SMK

Saat ini, terdapat sekitar 1,6 juta lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum mendapatkan pekerjaan. Padahal, ada peluang hampir satu juta lapangan kerja di luar negeri yang belum terisi. Untuk itu, para lulusan SMK perlu meningkatkan kemampuan mereka, termasuk dalam hal bahasa asing.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhammadiyah Iskandar, mengungkapkan bahwa peluang besar bekerja di luar negeri harus menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran. Berkaitan dengan kemampuan dan kapasitas, lulusan SMK harus meningkatkan skill mereka.

"Banyak yang siap secara skill, tapi kemampuan bahasa asingnya kurang. Akan tetapi, banyak juga yang bahasa dan skill-nya tidak siap. Ini harus segera diatasi secepatnya. Salah satu caranya dengan program SMK Go Global agar para lulusan SMK melangkah cepat dan efektif," ujar Muhammadiyah saat membuka Workshop Kepala Sekolah SMK untuk Program SMK Go Global, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 1 Desember 2025.

Muhammadiyah menjelaskan, setidaknya tiga tahun ke depan, satu juta lulusan SMK bisa terserap di dunia kerja. Oleh karena itu, semua pihak harus berkolaborasi.

Menurut Muhammadiyah, tenaga kerja asal Indonesia bersaing ketat dengan Vietnam, India, dan Filipina di pasar global. Akan tetapi, tenaga kerja Indonesia lebih disukai karena karakter dan soft skill yang dimiliki. Sayangnya, belum dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Salah satu kelemahan kita adalah tidak pernah berpikir strategis menyangkut vokasi. Hasil kajian menunjukkan, perubahan kapasitas vokasi idealnya 18 bulan, tapi setelah saya pelajari, vokasi di kita berputar lima tahun sekali. Jadi, harus ada sistem pengelolaan vokasi nasional bulan per bulan, dan tahun per tahun, sehingga ada upgrade modul, upgrade kurikulum, dan upgrade orientasi," ungkap Muhammadiyah.

Muhammadiyah menegaskan, akan ada pembenahan sistem dari hulu ke hilir agar lulusan SMK bisa terserap cepat di industri. Hulunya adalah semua SMK, sehingga lulusannya disiapkan sejak dini agar bisa mengisi banyak peluang kerja di luar negeri.

Sementara itu, hilirnya di pemerintah. Salah satunya dengan memfasilitasi untuk kerja di luar negeri. Termasuk prosedur dan prosesnya.

"Tujuan akhirnya mendorong pekerja formal. Bagi yang ingin kerja ke luar negeri harap dicari tahu informasinya, jangan sampai dijebak atau terjebak dengan iming-iming yang salah. Contohnya ke Kamboja, harus berhati-hati, apalagi kalau daftarnya lewat media sosial. Gunakan semua kanal informasi yang formal," ucap Muhammadiyah.

Muhammadiyah menyebutkan, pada Desember 2025 akan memberangkatkan sekitar 200-500 tenaga kerja lulusan SMK ke luar negeri. Ada 17 bidang pekerjaan yang diaspirasikan, antara lain hospitality, caregiver, kesehatan, dan operator alat-alat teknologi. Targetnya, tiga tahun ke depan, ada satu juta tenaga kerja yang terserap.

SMK Terbanyak di Jawa Barat

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Leontinus Alpha Edison mengatakan, jumlah SMK terbanyak di Jawa Barat, yaitu 2.908 SMK, dengan 52.299 guru, 1.029.000 siswa, dan terdapat 10 bidang keahlian, 50 program, dan 114 konsentrasi keahlian.

Dengan skala besar ini, SMK di Jawa Barat memegang peran strategis dalam menyediakan talenta Indonesia produktif, terampil, dan sesuai kebutuhan industri.

Masalahnya, kata Leontinus, secara nasional, ada 1,6 juta lulusan SMK yang masih menganggur. Di Jawa Barat, tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,7%. Hal ini harus menjadi perhatian.

Menurut Leontinus, program SMK Go Global menjadi salah satu cara untuk memberikan informasi peluang kerja lulusan SMK seperti apa. Kemudian, bagaimana cara meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK.

"Betul ada peluang, tapi kalau mengirimkan lulusan SMK harus lewat prosedur yang baik. Jangan mengabaikan keamanan, karena kita harus mencegah tindak pidana perdagangan orang. Untuk itulah, kami berkolaborasi dengan banyak pihak, karena ingin memanfaatkan peluang, kualitas, dan keamanan," ujar Leontinus.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan