
Pentingnya Memahami Karakteristik Pengisian Baterai Mobil Listrik
Mengisi baterai mobil listrik hingga penuh sering dianggap sebagai cara terbaik untuk memperoleh jarak tempuh maksimal. Namun, kebiasaan ini bisa justru menyebabkan waktu pengisian menjadi lebih lama, terutama ketika menggunakan fasilitas fast charging di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, karakteristik pengisian baterai mobil listrik tidak bersifat linear. Khususnya ketika kapasitas baterai sudah mendekati 100 persen, sistem akan menurunkan daya pengisian secara otomatis.
“Ketika baterai berada di kisaran 80 persen ke atas, sistem akan mengurangi daya pengisian agar suhu baterai tetap stabil dan melindungi usia pakai baterai,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan bahwa pada rentang pengisian dari 10 hingga 70 persen, daya listrik yang masuk masih relatif besar, sehingga proses pengisian berlangsung cepat. Inilah alasan mengapa klaim fast charging dari pabrikan biasanya ditampilkan dalam rentang tersebut, bukan dari nol hingga 100 persen.
Contohnya pada model AION V, pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 16 menit. Jika pengisian dilanjutkan hingga 80 persen, total waktu yang dibutuhkan hanya bertambah menjadi sekitar 20 menit. Namun, setelah melewati angka tersebut, waktu pengisian akan meningkat signifikan meskipun tambahan daya yang masuk relatif kecil.
Kondisi ini terjadi karena sistem manajemen baterai akan membatasi arus listrik untuk mencegah panas berlebih. Semakin penuh baterai, semakin kecil daya yang diizinkan masuk, sehingga proses pengisian terasa melambat.
Rekomendasi untuk Pengguna Mobil Listrik
Karena itu, Iqbal menyarankan pengguna mobil listrik untuk tidak selalu memaksakan pengisian hingga 100 persen, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh dan bergantung pada SPKLU. Mengisi baterai hingga 70-80 persen dinilai lebih efisien dari sisi waktu tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
“Dengan cara itu, pengguna bisa memaksimalkan waktu pengisian cepat, mengurangi antrean di SPKLU, dan tetap mendapatkan jarak tempuh yang optimal,” ujar Iqbal.
Pemahaman tentang karakteristik pengisian baterai ini menjadi penting seiring meningkatnya jumlah pengguna mobil listrik di Indonesia. Dengan pengetahuan ini, penggunaan kendaraan listrik bisa lebih efisien, nyaman, dan ramah terhadap komponen baterai dalam jangka panjang.
Tips Efisien Saat Mengisi Baterai
- Hindari pengisian hingga 100 persen kecuali diperlukan, karena dapat memperlambat proses pengisian dan memengaruhi kesehatan baterai.
- Gunakan fast charging hanya pada rentang 10 hingga 70 persen untuk mempercepat waktu pengisian.
- Jangan terlalu khawatir dengan kekosongan baterai, karena pengisian hingga 80 persen sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
- Perhatikan suhu baterai, karena pengisian cepat bisa meningkatkan suhu baterai, yang berdampak pada kinerja dan umur baterai.
Dengan mengikuti panduan ini, pengguna mobil listrik dapat memperpanjang umur baterai sekaligus memastikan pengalaman berkendara yang optimal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar