
Perjalanan Karier Tissa Biani yang Menggemparkan Dunia Film Indonesia
Tissa Biani semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktris muda paling berpengaruh di industri perfilman Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, namanya konsisten muncul dalam deretan film dengan jumlah penonton fantastis, bahkan mencetak rekor sejarah baru. Keberhasilannya tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, totalitas, dan keberanian mengeksplorasi berbagai karakter yang menantang.
Salah satu titik balik terpenting dalam karier Tissa Biani terjadi pada tahun 2022 melalui film horor supranatural KKN di Desa Penari. Dalam film ini, ia dipercaya memerankan karakter utama bernama Nur, seorang mahasiswi yang dikenal pendiam, religius, dan memiliki kepekaan spiritual tinggi. Peran ini menuntut kedalaman emosi sekaligus pemahaman budaya lokal yang kuat.
Demi menghidupkan karakter Nur secara autentik, Tissa melakukan persiapan serius, mulai dari mengasah kemampuan berbahasa Jawa hingga menjalani latihan menari selama kurang lebih satu minggu. Totalitas tersebut berbuah manis. KKN di Desa Penari tidak hanya sukses secara cerita, tetapi juga mencetak sejarah besar dalam dunia perfilman Indonesia.
Film ini berhasil meraih 10.061.033 penonton, menempatkannya di posisi ketiga film Indonesia terlaris sepanjang masa. Lebih dari itu, film ini juga tercatat sebagai film horor Indonesia pertama yang berhasil menembus angka 10 juta penonton. Kesuksesan fenomenal ini tidak lepas dari kekuatan cerita dan performa para pemainnya, termasuk Tissa Biani yang mampu menghadirkan sosok Nur dengan ekspresi tenang namun sarat tekanan batin.
Fleksibilitas Akting Tissa Biani dalam Genre Komedi
Setelah sukses besar di genre horor, Tissa Biani kembali menunjukkan fleksibilitas aktingnya dengan terjun ke film komedi Agak Laen yang dirilis pada tahun 2024. Dalam film ini, ia memerankan Marlina, seorang penjaga loket rumah hantu yang menjadi bagian dari cerita absurd dan penuh satire. Beradu akting dengan para komika ternama seperti Bene Dion, Oki Rengga, Boris Bokir, dan Indra Jegel, Tissa tampil natural dan tidak tenggelam di tengah dominasi humor para personel Agak Laen. Ia justru menjadi penyeimbang cerita, menghadirkan karakter yang membumi dan mudah diterima penonton.
Kesuksesan Agak Laen pun tak kalah mencengangkan. Film ini berhasil mengumpulkan 9.126.979 penonton, menjadikannya film terlaris keempat sepanjang masa di Indonesia per Desember 2025. Tak hanya itu, Agak Laen juga dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang tahun 2024, membuktikan bahwa film komedi lokal masih memiliki daya tarik luar biasa di mata penonton.
Sukses Berlanjut dengan Sekuel Agak Laen
Kesuksesan Agak Laen berlanjut melalui film sekuelnya berjudul Agak Laen: Menyala Pantiku! yang dirilis pada tahun 2025. Dalam film ini, Tissa Biani kembali terlibat dengan memerankan karakter Ayu, seorang perawat di panti jompo yang menjadi lokasi penyamaran sekaligus pusat kekacauan para tokoh utama. Meski bukan berperan sebagai karakter utama, kehadiran Tissa tetap memberikan warna penting dalam alur cerita.
Film ini menunjukkan skala produksi yang lebih besar, humor yang semakin matang, serta daya tarik cerita yang mampu menjangkau penonton lintas usia. Hasilnya sangat luar biasa. Per 2 Januari 2026, Agak Laen: Menyala Pantiku! telah meraih 10.250.000 penonton, menjadikannya film terlaris pertama sepanjang masa di Indonesia, sekaligus film komedi Indonesia terlaris sepanjang sejarah. Capaian ini masih berpotensi bertambah, mengingat antusiasme penonton yang terus tinggi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar