Tokoh Agama dan Mantan Napi Minta Operasi Madago Raya Dilanjutkan 2026

Tokoh Agama dan Mantan Napi Minta Operasi Madago Raya Dilanjutkan 2026

Keberhasilan Operasi Madago Raya Menarik Apresiasi Luas

Keberhasilan Operasi Madago Raya dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Poso kembali mendapatkan apresiasi yang luas. Tokoh agama hingga mantan narapidana terorisme (eks napiter) secara terbuka mendukung agar operasi tersebut dilanjutkan pada tahun 2026. Dukungan ini muncul dalam acara Silaturahmi Membangun Negeri yang dihadiri langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi di halaman Mapolres Poso, Kamis (11/12/2025). Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat dalam menjaga Poso tetap aman dan kondusif.

Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Poso, seperti Bupati Poso dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang, Ketua DPRD Poso Samuel Munda, Kajari Poso Lie Putra Setiawan, serta Ketua PN Poso Mochammad Arif Satiyo Widodo. Beberapa pejabat TNI-Polri juga hadir dalam acara tersebut. Yang menarik, puluhan eks napiter dan simpatisan dari tiga wilayah operasiKabupaten Poso, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutongikut ambil bagian dalam suasana silaturahmi yang hangat dan penuh keakraban.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menegaskan komitmen Polri untuk terus menjaga keamanan wilayah dengan pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Kami berkomitmen menjaga stabilitas wilayah dengan langkah-langkah humanis, dialogis, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, tegas Irjen Pol Endi Sutendi.

Apresiasi datang dari Ustaz Yusrin Ichtiawan, Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) Kabupaten Poso. Ia menilai Operasi Madago Raya telah memberikan dampak nyata bagi rasa aman masyarakat. Operasi Madago Raya memberikan rasa aman bagi kami. Satgas selalu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, ujarnya.

Ustaz Yusrin berharap operasi tersebut terus berlanjut pada 2026, sekaligus menekankan pentingnya merangkul eks napiter melalui program deradikalisasi agar paham radikal tidak kembali tumbuh. Nada serupa disampaikan Ustaz Reza alias Anwar Rifai, eks napiter yang kini tergabung dalam komunitas Sahabat Perubahan. Ia mengaku merasakan langsung manfaat dari pendekatan humanis yang dijalankan Polri.

Kami berharap Operasi Madago Raya diperpanjang pada 2026. Pendekatan Polri hari ini jauh lebih dialogis dan berkeadilan, tuturnya. Menurut Ustaz Reza, transformasi Polri sangat terasa, terutama dalam mengedepankan musyawarah dan nilai Islam Nusantara. Hari ini, kami melihat merangkul lebih diutamakan daripada memukul. Ini perubahan yang luar biasa, katanya.

Meski situasi terorisme di Poso dinilai semakin terkendali, Ustaz Reza mengingatkan adanya tantangan baru berupa peredaran narkoba dan judi online yang dinilainya sama berbahayanya bagi masa depan generasi muda. Ancaman berubah bentuk. Narkoba dan judi online harus menjadi perhatian serius bersama, pungkasnya.

Dukungan luas dari tokoh agama hingga eks napiter menunjukkan bahwa Operasi Madago Raya bukan hanya sukses dalam menjaga keamanan, tetapi juga berhasil membangun kepercayaan dan rekonsiliasi sosial di Bumi Sintuwu Maroso.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan