
Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Komentar dari Roy Suryo
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali menyentuh isu ijazah palsu yang telah menjadi perbincangan selama beberapa tahun terakhir. Dalam pernyataannya, Jokowi menyebut bahwa ada "orang besar" di balik isu tersebut, namun ia tetap tidak mengungkapkan identitas sosok tersebut. Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa sosok tersebut cukup terkenal dan mudah ditebak oleh masyarakat.
Ijazah palsu adalah dokumen yang tidak dikeluarkan oleh lembaga pendidikan resmi atau diubah isinya untuk memalsukan identitas, nilai, atau kelulusan seseorang. Tindakan ini termasuk tindak pidana karena menipu lembaga, perusahaan, atau instansi negara dengan informasi pendidikan yang tidak benar. Jokowi menilai bahwa isu ini terus dimainkan selama 4 tahun terakhir demi menjatuhkan reputasinya.
Jokowi merasa heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipertanyakan, meskipun Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli. Ia pun bersiap menunjukkan ijazah asli dari SD hingga S1 di pengadilan. Menurut Jokowi, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.
Respons dari Roy Suryo
Roy Suryo, anggota DPR RI, secara tegas mendesak Jokowi agar menyebutkan nama orang besar yang terlibat dalam isu ijazah palsu. Ia berpendapat bahwa jika Jokowi mengetahui siapa sosok tersebut, maka sebaiknya diungkapkan agar tidak menimbulkan kegaduhan.
"Kalau memang tahu, jangan kemudian membuat masyarakat terbelah," kata Roy Suryo. Ia menambahkan bahwa jika sosok orang besar tersebut disebutkan, maka tidak akan ada tindakan saling tuduh. "Karena apa? Karena kan dikatakan sudah tahu, sudah bisa ditebak, sebutin aja."
Roy Suryo juga menilai bahwa apabila Jokowi mengungkap nama orang besar tersebut, maka masyarakat akan lebih tenang dan tidak perlu saling menuduh. Ia menekankan bahwa jika tokoh besar sebutin aja siapa, maka semua akan lebih jelas.
Penjelasan Jokowi
Sebelumnya, Jokowi mengaku sudah mengetahui nama orang besar di balik isu ijazah palsu miliknya yang telah bergulir selama 4 tahun. Ia memastikan bahwa isu ini terus dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.
Meskipun Jokowi mengaku tidak memiliki reputasi apa pun, ia menegaskan bahwa sosok orang besar tersebut mudah diketahui masyarakat. Namun, ia enggan menyebutkan nama orang besar tersebut ke publik.
"Saya pastikan iya (ada agenda besar dan orang besar di balik kasus ijazah)," kata Jokowi. Ia menambahkan, "Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan."
Jokowi juga menyoroti pentingnya fokus pada hal-hal yang lebih besar di masa-masa ekstrem saat ini, seperti menghadapi perubahan akibat artificial intelligence hingga humanoid robotic. Ia menilai bahwa energi besar tidak boleh digunakan untuk urusan-urusan yang sebenarnya ringan.
Tindakan Hukum sebagai Pembelajaran
Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan. Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya. Ia membawa persoalan ini ke ranah hukum agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
"Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," pesannya.
Jokowi menegaskan bahwa kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. "Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar