
Pengalaman Luas Tomas Trucha Sebelum Melatih PSM Makassar
Tomas Trucha bukan lagi nama asing di dunia kepelatihan. Dengan usia 54 tahun, pria ini memiliki pengalaman luas yang mencakup berbagai wilayah seperti Ceko, Afrika, dan Asia Tenggara sebelum akhirnya menjabat sebagai pelatih PSM Makassar. Pengalamannya tidak hanya terlihat dari kariernya di lapangan hijau, tetapi juga dalam manajemen klub serta strategi permainan.
Kariernya Dimulai di Republik Ceko
Trucha memulai kariernya dari level paling dasar, dengan melatih tim usia muda di kampung halamannya, Republik Ceko. Ia mengawali langkahnya di SK Sigma Olomouc Youth (1992-2001) sebelum bergabung dengan 1.HFK Olomouc (2001-2004). Setelah itu, ia naik pangkat menjadi pelatih kepala di akademi FC Palava Mikulov, Jablenoc U-19, dan C Slovan Liberec Youth.
Puncak kariernya terjadi ketika ia dipercaya sebagai asisten pelatih Timnas Republik Ceko U-16 periode 2006-2007, mendampingi Pavel Sustr. Pengalaman ini membuka jalan baginya untuk menangani klub-klub besar di Ceko, seperti Banik Ostrava. Di sana, ia menjabat sebagai asisten pelatih, direktur teknik, hingga CEO. Pengalaman ini membuatnya semakin matang dalam memahami manajemen klub sekaligus strategi lapangan.
Menjajah Dunia Sepak Bola Afrika dan Asia Tenggara
Setelah cukup lama di Eropa, Trucha merambah Afrika. Ia sempat menjadi asisten pelatih di FC Tygerberg dan FC Cape Town, lalu kembali ke Ceko mendampingi Roman Pivarnik di Bohemians 1905, Zborojovka Brno, dan Viktoria Plzen. Bersama Plzen, ia sukses membawa tim finis di posisi kedua liga utama musim 2016/2017.
Pada Desember 2018, Trucha mencoba peruntungan di Botswana bersama Orapa United FC. Hanya setengah musim, ia sukses membawa klub finis di posisi tiga Botswana Premier League. Musim berikutnya, ia melatih Township Rollers dan membawa tim itu finis sebagai runner-up.
Kariernya kemudian berlanjut ke Kenya bersama AFC Leopards pada 2020, meski hanya bertahan sebulan. Namun pengalaman di Afrika membuatnya semakin kaya akan strategi adaptif. Trucha kemudian mencicipi atmosfer Asia Tenggara dengan melatih Penang FC (2020-2022) dan Kelantan United (2022-2023).
Di Penang, ia mencatat sejarah dengan membawa klub finis di posisi ketiga Malaysia Super League 2021, pencapaian terbaik sejak 2001. Rekam jejak internasional ini membuatnya dikenal sebagai pelatih yang fleksibel, mampu beradaptasi dengan kultur sepak bola berbeda, dan piawai membangun tim dari kondisi sulit.
Resmi Menjadi Pelatih PSM Makassar
Pada 2025, Tomas Trucha resmi menukangi PSM Makassar. Tantangan besar langsung dihadapinya, termasuk membangun tim dari kondisi minus. Namun hasilnya mulai terlihat. PSM baru saja mencatat kemenangan dramatis 4-3 atas Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (29/11/2025).
Meski sempat tertinggal dua kali, Pasukan Ramang bangkit lewat gol Yuran Fernandes, Savio Roberto, Daisuke Sakai, dan Alex Tanque. Dalam konferensi pers usai laga, Trucha berkata, “Saya merasakan tiga serangan jantung di pertandingan tadi. Owner klub kita (Sadikin Aksa), Ayah pemilik klub ini datang juga hari ini (Aksa Mahmud). Saya berharap mereka baik-baik saja dengan roller coaster yang terjadi di pertandingan tadi.”
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir dan longsor di Sumatera. “Saya ingin sampaikan belasungkawa kepada orang-orang yang terdampak banjir di Sumatera,” ucapnya.
Atas hasil positif itu, Trucha terpilih sebagai pelatih terbaik pekan ke-14 BRI Super League 2025/26. Pengakuan ini menegaskan bahwa sosoknya bukan hanya pelatih, tapi juga motivator yang mampu mengangkat mental tim.
Persebaya Wajib Waspada
Dengan tren positif PSM Makassar, Persebaya wajib waspada. Absennya Francisco Rivera membuat lini tengah Bajol Ijo kehilangan kreator utama, sementara lini depan belum konsisten. Menghadapi tim yang baru saja melakukan comeback dramatis, Persebaya harus tampil disiplin agar tidak terjebak dalam permainan agresif Trucha.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar