
Upaya peningkatan keselamatan dan kenyamanan wisata di kawasan Gunung Bromo terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pemasangan rambu penunjuk arah, yang menjadi bagian dari kegiatan Toyota selama Nurulamin.proEco Journey Toyota Veloz Hybrid EV Lintas Nusa. Pemasangan rambu ini sangat membantu wisatawan dalam memasuki kawasan off-road menuju destinasi utama seperti Gunung Bromo.
Ketua Paguyuban Jip Trans Bromo, Arlex Mardiyansyah atau akrab disapa Ardi, menyampaikan bahwa kehadiran rambu-rambu tersebut memberikan dampak langsung bagi pengunjung. Terutama di titik peralihan dari jalan aspal menuju lautan pasir, di mana banyak pengunjung sering kebingungan menentukan arah.

“Sekarang wisatawan jadi lebih mudah melihat mau ke mana. Mau ke Gunung Bromo dulu, ke Penanjakan, Bukit Kedaluh, Bukit Cinta, atau Lembah Watangan. Jadi begitu keluar dari jalan aspal terakhir, sudah ada petunjuknya,” ujar Ardi saat ditemui di Bromo baru-baru ini.
Menurutnya, kondisi medan yang berubah drastis dari aspal ke jalur off-road sebelumnya kerap membuat wisatawan ragu mengambil jalur. Dengan adanya rambu, risiko salah arah dapat ditekan, terutama bagi pengunjung yang tidak menggunakan jasa jip wisata.
“Dulu kan begitu masuk lautan pasir itu bingung, ke kanan atau ke kiri. Sekarang sudah ada gambaran. Lebih aman, terutama buat wisatawan motor atau kendaraan pribadi yang tidak sewa jip,” tambahnya.

Ardi juga mengapresiasi pemasangan rambu tersebut sebagai bagian dari program CSR Toyota, yang dinilai sejalan dengan kebutuhan keselamatan wisata di Bromo. Ke depan, ia berharap jumlah rambu dapat ditambah dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.
“Harapannya ke depan papannya bisa lebih banyak lagi, dan kalau bisa ada ambulans yang standby di area Taman Nasional. Itu akan sangat membantu,” ujarnya.
Dukungan terhadap pemasangan rambu juga datang dari pihak kepolisian. Ery Kusuma, Unit Kamsel Satlantas Polres Probolinggo, menyebut rambu petunjuk arah sangat penting untuk mencegah wisatawan tersesat di kawasan Bromo yang memiliki banyak jalur bercabang.

“Rambu ini menunjukkan arah tujuan supaya wisatawan tidak tersesat. Makanya kami kerja sama dengan Toyota. Alhamdulillah dari Toyota ada aspirasi memberikan rambu petunjuk dan rambu peringatan,” jelas Ery.
Ia menambahkan, rambu-rambu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai pengingat keselamatan bagi pengguna kendaraan pribadi. Beberapa rambu berisi imbauan teknis seperti penggunaan gigi rendah di tanjakan dan turunan ekstrem.
“Itu sangat bermanfaat buat wisatawan yang ke Bromo pakai kendaraan pribadi. Untuk antisipasi keselamatan juga,” katanya.

Ery mengakui, kasus wisatawan tersesat masih kerap terjadi, terutama saat cuaca berkabut atau mendung. Biasanya dialami pengunjung yang tidak menggunakan jip wisata dan mencoba menjelajah dengan kendaraan sendiri.
“Kalau nyasar itu masih ada saja. Apalagi yang pakai mobil pribadi, pas cuaca kabut sering salah arah. Dengan adanya rambu ini sangat membantu,” pungkasnya.
Kolaborasi antara paguyuban, kepolisian, dan pihak swasta ini diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan wisata Bromo, sekaligus memperkuat citra kawasan tersebut sebagai destinasi alam yang ramah dan aman bagi semua pengunjung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar