Traktor Tangan Disperta KP Sampang Madura Hilang, Bukan Kejadian Pertama

Traktor Tangan Disperta KP Sampang Madura Hilang, Bukan Kejadian Pertama

Kehilangan Mesin Hand Traktor Menghambat Penyaluran Bantuan Alsintan

Kehilangan satu unit mesin hand tractor milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang, Madura, telah menjadi perhatian serius. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerugian aset daerah, tetapi juga mengganggu proses penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di wilayah tersebut.

Kejadian Kedua yang Menjadi Peringatan

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian hilangnya mesin tersebut terjadi pada Sabtu (27/12/2025). Setelah menyiapkan kelengkapan administrasi, laporan resmi ke kepolisian diajukan pada Senin (29/12/2025). Kepala Disperta-KP Sampang, Suyono, menjelaskan bahwa pihaknya harus menunggu laporan polisi sebelum dapat mendistribusikan hand tractor yang tersisa.

"Kami harus menunggu laporan polisi terlebih dahulu. Setelah LP (Laporan Polisi) keluar, hand tractor yang tersisa akan langsung kami distribusikan, agar tidak mengganggu kebutuhan petani," ujar Suyono, Minggu (4/1/2026).

Meski pengamanan gudang telah ditingkatkan dengan pemasangan kamera pengawas dan penguatan pagar, kasus kehilangan aset masih kembali terjadi. Ini merupakan kejadian kedua dalam waktu dekat, sehingga menjadi evaluasi penting bagi instansi tersebut.

Evaluasi dan Perbaikan Sistem

Suyono mengakui bahwa kejadian ini menunjukkan bahwa pengamanan yang ada belum sepenuhnya efektif. Ia berjanji untuk memperbaiki sistem ke depan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ini sudah kejadian yang kedua. Artinya pengamanan yang ada belum sepenuhnya efektif dan perlu kami perbaiki lagi," ungkapnya.

Untuk sementara, Disperta-KP Sampang memilih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas kehilangan tersebut. Pihak dinas berkomitmen untuk fokus memperbaiki sistem ke depan, sementara aparat kepolisian akan menangani proses penyelidikan.

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan awal atas laporan kehilangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung dan koordinasi dilakukan dengan unit terkait.

"Masih kami dalami dan koordinasikan dengan unit terkait. Perkembangannya nanti akan kami informasikan," pungkasnya.

Dampak pada Petani dan Aset Daerah

Kehilangan mesin hand tractor ini tidak hanya berdampak pada aset daerah, tetapi juga menghambat penyaluran bantuan alsintan kepada para petani. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena alat pertanian seperti traktor tangan sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas tanamannya.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat dan petani berharap pihak terkait dapat segera menyelesaikan masalah dan memastikan bahwa bantuan alsintan dapat disalurkan tepat waktu.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Beberapa langkah telah diambil oleh Disperta-KP Sampang untuk meminimalkan risiko kehilangan aset. Di antaranya adalah:

  • Peningkatan pengamanan gudang dengan pemasangan kamera pengawas.
  • Penguatan pagar dan sistem keamanan lainnya.
  • Penyempurnaan prosedur administrasi sebelum pengajuan laporan ke kepolisian.

Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa upaya-upaya tersebut masih perlu diperkuat dan dievaluasi secara berkala.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Tantangan terbesar yang dihadapi Disperta-KP Sampang adalah bagaimana memastikan keamanan aset dan keberlanjutan bantuan alsintan kepada petani. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan bisa menjadi momentum untuk melakukan perbaikan sistem dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan aset.

Harapan besar juga ditujukan kepada pihak kepolisian untuk segera menemukan pelaku dan menjelaskan kronologi kejadian. Dengan begitu, langkah-langkah pencegahan dapat diambil lebih cepat dan efektif.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan