Inovasi dan Komitmen SMP Katolik Mardi Wiyata Kediri dalam Pendidikan Abad ke-21
SMP Katolik Mardi Wiyata Kediri terus berupaya memperbarui sistem pendidikan sebagai bagian dari komitmen untuk menjadi sekolah unggul yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah, Frater Agustinus, BHK., M.Pd., pada Sabtu (13 Desember 2025). Menurutnya, pengembangan sekolah tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta didik, tetapi lebih pada kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Setiap program yang dirancang bertujuan membekali siswa dengan kemampuan akademik, karakter, dan keterampilan hidup yang seimbang. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis.
Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran
Menjawab tantangan era digital, SMPK Mardi Wiyata telah menerapkan ujian berbasis digital tanpa kertas serta sistem absensi berbasis teknologi. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga melatih siswa dan guru beradaptasi dengan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan wadah bagi siswa untuk lebih terbiasa dengan alat-alat modern yang akan mereka temui di masa depan.
Akses Pendidikan yang Merata
Dari sisi pemerataan akses pendidikan, sekolah menyediakan fasilitas asrama bagi siswa yang berasal dari daerah jauh. Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis. Selain itu, sekolah juga berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dengan biaya sangat terjangkau, sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Program Unggulan dan Pengembangan Kompetensi
Dalam aspek pengembangan kompetensi, SMPK Mardi Wiyata menghadirkan sejumlah program unggulan seperti Public Speaking untuk melatih kepercayaan diri dan komunikasi efektif, Examen Batin untuk membangun refleksi diri, serta Mardi Wiyata Excellent English Program (MEEP) yang berkolaborasi dengan lembaga profesional dari Kampung Inggris Pare. Lingkungan sekolah juga menerapkan English Area (KAMPUNG INGGRIS MARDI WIYATA) sebagai sarana pembiasaan berbahasa asing.

Selain itu, sekolah turut membekali siswa dengan literasi media melalui pelatihan jurnalistik yang dibimbing jurnalis media arus utama. Program ini bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, etika bermedia, serta kepekaan terhadap isu sosial.
Pendampingan dan Pengembangan Bakat Siswa
Untuk mengembangkan potensi siswa secara lebih tepat, SMPK Mardi Wiyata bekerja sama dengan lembaga pengembangan sumber daya manusia, Serva Minora, dalam pelaksanaan tes psikologi. Hasil tes digunakan sebagai dasar pendampingan belajar dan pengembangan bakat siswa secara berkelanjutan.
Pendidikan Inklusif dan Budaya Lokal
Sebagai sekolah inklusif, SMPK Mardi Wiyata menanamkan nilai toleransi dalam praktik pendidikan sehari-hari. Siswa beragama Islam difasilitasi kegiatan mengaji setiap Jumat siang, sejalan dengan semangat saling menghormati dalam keberagaman. Lingkungan sekolah yang heterogen menjadi ruang pembelajaran sosial bagi siswa untuk hidup berdampingan secara harmonis.
Selain akademik, pendidikan karakter dan nilai-nilai humanis menjadi fokus utama. Sekolah menanamkan budi pekerti, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi pembentukan pribadi siswa di tengah tantangan budaya individualisme dan konsumerisme.
Melestarikan Keberagaman Budaya
Sebagai upaya melestarikan kearifan lokal, SMPK Mardi Wiyata tengah merancang kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya daerah dengan memadukan kesenian Barong Sai dan Jaranan. Program ini diharapkan memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan lokal.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, SMP Katolik Mardi Wiyata Kediri menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang terbuka untuk semua kalangan dan berorientasi pada pembentukan generasi berpengetahuan, berkarakter, dan berdaya saing.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar