
aiotrade, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan ancaman terkait penerapan tarif tambahan sebesar 5% terhadap impor dari Meksiko jika negara tersebut tidak segera memenuhi kewajiban dalam perjanjian bilateral terkait pelepasan pasokan air. Ancaman ini disampaikan melalui unggahan di media sosial pada Senin (8/12/2025) waktu setempat.
Trump menyatakan bahwa dirinya telah menyiapkan dokumen yang akan digunakan untuk menerapkan tarif tersebut jika aliran air tidak segera dilepaskan. Ia menulis, “Saya telah mengizinkan dokumen untuk memberlakukan tarif 5% terhadap Meksiko jika air ini tidak segera dilepaskan. Semakin lama Meksiko menunda, semakin besar dampaknya terhadap para petani kami.”
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa AS membutuhkan pelepasan sekitar 200.000 acre-feet air dari Meksiko sebelum 31 Desember 2025. Sementara itu, sisa kewajiban harus segera dipenuhi setelah tenggat waktu tersebut. Sengketa ini berkaitan dengan pasokan air bagi para petani di South Texas, di mana pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap otoritas Meksiko untuk memenuhi komitmen berdasarkan perjanjian pembagian air tahun 1944.
Departemen Luar Negeri AS bulan lalu mengonfirmasi bahwa pejabat kedua negara telah bertemu guna membahas langkah-langkah yang dapat diambil Meksiko untuk mengurangi kekurangan pengiriman air dan memastikan kepatuhan terhadap perjanjian tersebut. Pemerintah AS menyatakan bahwa Meksiko saat ini mengalami kekurangan pasokan sekitar 865.000 acre-feet dari kewajiban pengiriman air yang disepakati.
Trump menilai perselisihan ini telah merugikan komunitas di perbatasan Texas-AS dengan Meksiko. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah pemerintahannya mengumumkan paket bantuan senilai US$12 miliar untuk mendukung para petani AS yang terdampak perang tarif.
“Untuk saat ini, Meksiko tidak memberikan respons, dan kondisi ini sangat tidak adil bagi para petani AS yang sangat membutuhkan air tersebut,” ujar Trump.
Sebelumnya, Trump telah mengenakan tarif impor terhadap produk-produk Meksiko yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang AS–Meksiko–Kanada (USMCA) yang dinegosiasikan pada masa jabatan pertamanya. Tarif tersebut, kata Trump, ditujukan untuk menekan Meksiko agar memperketat penindakan terhadap penyelundupan fentanyl.
Di sisi lain, pemerintah Meksiko terus mengupayakan kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk menurunkan tarif tersebut. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum baru-baru ini bahkan menggelar pertemuan dengan Trump pekan lalu dalam ajang pengundian Piala Dunia di Washington.
Perkembangan Terkini
Beberapa hal penting yang terjadi dalam konflik ini antara lain:
Pemerintah AS menuntut Meksiko untuk memenuhi kewajiban pengiriman air sesuai perjanjian tahun 1944.
Kekurangan pasokan air mencapai 865.000 acre-feet, yang memengaruhi para petani di daerah perbatasan.
Trump mengancam akan menerapkan tarif 5% jika Meksiko tidak segera merespons.
Pemerintah Meksiko sedang berusaha mencari solusi dengan pihak AS.
Tantangan yang Dihadapi
Para petani di South Texas menghadapi tantangan besar akibat ketidakpastian pasokan air. Dampaknya tidak hanya terasa pada sektor pertanian tetapi juga pada ekonomi lokal. Selain itu, hubungan diplomatik antara AS dan Meksiko juga menjadi sorotan, terutama karena adanya ancaman tarif yang bisa memicu ketegangan lebih lanjut.
Langkah yang Dilakukan Pemerintah AS
Pemerintah AS telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini:
Mengirimkan bantuan senilai US$12 miliar untuk para petani yang terdampak.
Melakukan pertemuan dengan pihak Meksiko untuk mencari solusi bersama.
* Memperkuat tekanan melalui ancaman tarif sebagai bentuk komunikasi politik.
Komentar dari Pihak Meksiko
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak Meksiko, informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa mereka sedang berupaya keras untuk memenuhi kewajiban sesuai perjanjian. Presiden Claudia Sheinbaum juga tampak aktif dalam menjalin komunikasi dengan pihak AS, termasuk dalam acara internasional seperti pengundian Piala Dunia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar