
WASHINGTON, nurulamin.pro- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pemimpin Iran ingin bernegosiasi. Namun demikian, Trump tetap mengapungkan opsi militer dalam menindak Iran atas demonstrasi berdarah yang terjadi di negara tersebut.
Trump sebelumnya mengancam Iran jika melakukan tindakan represif terhadap warganya yang berdemonstrasi.
Presiden AS itu mengancam akan mengintervensi dan melakukan penyerangan jika Iran terus menyakiti warganya.
Namun, dalam perkembangannya pada Minggu (11/1/2026), Trump mengatakan bahwa pihak Iran ingin menghubunginya. Kepemimpinan Iran disebutnya ingin melakukan negosiasi dengan AS.
“Pemimpin Iran, mereka ingin bernegosiasi. Saya pikir mereka lelah selalu dikalahkan Amerika Serikat. Iran menginginkan bernegosiasi dengan kami,” katanya dikutip dari CNN.
Meski begitu, Trump menegaskan bahwa kekhawatiran terbesarnya adalah kekerasan terhadap para demonstran.
"Tampaknya ada beberapa orang yang terbunuh, padahal seharusnya tidak tewas. Mereka adalah orang-orang yang kejam, jika Anda menyebut mereka pemimpin," ujarnya.
"Saya tidak tahu apakah pemimpin mereka hanya memerintah melalui kekerasan, tetapi kami sedang menelitinya dengan sangat serius."
Trump pun mengatakan militer AS tengah memantau perkembangan di Iran.
“Kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” katanya.
Meski begitu, ada kekhawatiran di dalam pemerintahan bahwa serangan militer bisa menjadi bumerang dan melemahkan protes.
Menurut para pejabat, kekhawatiran tersebut adalah serangan itu bisa memiliki efek yang tak diinginkan, yaitu menggalang dukungan rakyat Iran terhadap pemerintahannya, atau menyebabkan Iran membalas dengan kekuatan militernya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar