Trump meradang bos Exxon Mobil sebut Venezuela tak layak investasi

nurulamin.pro, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan akan memblokir Exxon Mobil untuk berinvestasi di Venezuela.

Melansir Reuters, Senin (12/1/2026), hal itu Trump sampaikan usai CEO Exxon Mobil Darren Woods mengatakan bahwa Venezuela tidak layak untuk investasi dalam pertemuan di Gedung Putih bersama para eksekutif perusahaan minyak AS pada Jumat (9/1/2026).

Komentar Woods menjadi pukulan bagi upaya Trump untuk meyakinkan perusahaan minyak AS agar mengucurkan investasi miliaran dolar guna menghidupkan kembali industri minyak Venezuela.

"Saya tidak suka dengan respons Exxon," ujar Trump kepada jurnalis di Air Force One saat kembali ke Washington pada Minggu.

"Saya kemungkinan besar tak akan melibatkan Exxon. Saya tidak menyukai respons mereka. Mereka terlalu berhati-hati," kata Trump.

Sebelumnya, CEO Exxon Mobil Darren menilai Venezuela saat ini tidak layak untuk investasi. Namun, tetap mengkaji kemungkinan kembali beroperasi di Venezuela, usai asetnya dinasionalisasi oleh negara Amerika Selatan tersebut hampir 20 tahun yang lalu.

“Jika kita melihat struktur dan kerangka hukum serta komersial yang berlaku di Venezuela saat ini, negara itu tidak layak untuk investasi,” ujar Wood.

Dia juga mengatakan kepada Trump bahwa Exxon membutuhkan perlindungan investasi jangka panjang, serta reformasi terhadap undang-undang migas Venezuela.

“Kami sudah dua kali mengalami penyitaan aset di sana. Jadi, bisa dibayangkan bahwa untuk masuk kembali untuk ketiga kalinya, diperlukan perubahan yang sangat besar dibandingkan dengan pengalaman kami di masa lalu dan kondisi saat ini,” kata Woods.

Selama puluhan tahun, Exxon, ConocoPhillips, dan Chevron merupakan mitra utama dari BUMN minyak Venezuela, PDVSA, berkontribusi pada pengembangan produksi di Orinoco Belt, yang kini menjadi wilayah minyak utama Venezuela.

Namun, pemerintahan mendiang Presiden Hugo Chavez menasionalisasi aset-aset raksasa migas AS tersebut antara 2004 hingga 2007. Sementara Chevron berhasil menegosiasikan kesepakatan kemitraan dengan PDVSA, ConocoPhillips dan Exxon meninggalkan Venezuela dan segera mengajukan gugatan arbitrase besar.

Saat ini, Venezuela secara kolektif berutang lebih dari US$13 miliar kepada ConocoPhillips dan Exxon atas pengambilalihan aset tersebut. Conoco telah berupaya menyita aset-aset PDVSA di luar negeri dan turut serta dalam lelang di Delaware atas induk perusahaan Citgo Petroleum milik Venezuela guna memulihkan sebagian dana tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan