Trump serang Venezuela, negara musuh AS ini bakal terdampak parah

CARACAS, nurulamin.pro - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela dan mengeklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Di platform media sosial Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa "Negeri Paman Sam" resmi menyerang negara kaya minyak di Amerika Selatan tersebut.

Trump menyatakan bahwa Maduro dan istrinya ditangkap lalu diterbangkan keluar dari Venezuela dalam operasi gabungan antara militer dan aparat penegak hukum AS.

Pengumuman dan serangan itu menutup rangkaian tekanan politik, ekonomi, dan militer Washington terhadap pemerintahan Venezuela yang terus meningkat selama beberapa bulan terakhir.

"AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu," tulis Trump, sebagaimana dilansir AFP.

Negara yang terdampak

Dilansir dari DW, menjatuhkan Maduro bukan perkara mudah, tetapi mungkin lebih mudah bagi pemerintahan Trump dibandingkan konflik di Ukraina atau Gaza.

Hal ini juga sejalan dengan strategi keamanan nasional pemerintahan Trump kedua, yang menekankan kembali pengaruh AS di Belahan Bumi barat, wilayah yang mencakup seluruh benua Amerika dan barat Eropa.

Jesus Renzullo, analis politik Amerika Latin di German Institute for Global and Area Studies, mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Trump Marco Rubio mungkin melihat peluang untuk menekan Kuba juga.

Kuba adalah musuh tradisional AS. Di sana, kediktatoran yang secara militer dan ekonomi lebih lemah dan sangat bergantung pada Venezuela untuk pasokan energi.

"Venezuela adalah satu-satunya kartu liar yang masih bisa diandalkan Kuba yang dekat dengan wilayah mereka, dekat di kawasan ini," ucap Renzullo. 

Dia menuturkan, jika rezim Venezuela jatuh, Kuba akan menjadi negara yang paling terdampak secara ekonomi.

"Kuba akan sangat terdampak dan menderita secara ekonomi," papar Renzullo. 

Renzullo berpandangan bahwa AS perlu meningkatkan tekanannya terhadap Venezuela secara drastis untuk memaksa perubahan kepemimpinan, sebelum pihak lain mempertimbangkan pemerintahan beralih perhatian ke tempat lain.

"Fakta bahwa mereka sedang diblokade saja tidak cukup. Caracas sudah pernah mengalami sanksi yang jauh lebih besar selama tekanan maksimum pada 2019, dan mereka masih bertahan," kata Renzullo.

Respons Kuba

Kuba, yang juga merupakan sekutu dekat Venezuela, mengecam keras serangan AS di Caracas.

Kantor Kepresidenan Kuba menyebutkan, AS melakukan serangan kriminal terhadap Venezuela dan merupakan serangan terhadap zona damai.

Negara pulau di Selatan Florida, AS, tersebut mengaku akan segera menyerukan reaksi dari komunitas internasional.

Kantor Kepresidenan Kuba juga menuduh AS melakukan terorisme negara terhadap rakyat Venezuela, sebagaimana dilansir Reuters.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan