
Penunjukan Marco Rubio untuk Memimpin Reformasi di Venezuela
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk memimpin reformasi ekonomi dan politik di Venezuela. Pernyataan ini disampaikan setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pihak AS. Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyatakan bahwa mereka mendapatkan kerja sama penuh dari pemerintah Caracas.
Penasihat Senior Gedung Putih, Stephen Miller, menjelaskan bahwa Trump meminta Rubio untuk menjadi penanggung jawab utama dalam proses tersebut. Ia akan bekerja di bawah arahan langsung presiden dan membentuk tim lintas sektor yang mencakup pejabat dari berbagai bidang seperti energi, keuangan, dan kebijakan militer.
“Ini tim besar, kelompok orang yang bekerja sangat baik dan saling berkoordinasi secara erat,” ujar Miller kepada wartawan di Gedung Putih. Namun, hingga saat ini, Gedung Putih belum mengungkapkan detail lebih lanjut tentang bagaimana AS akan mengelola situasi pascaoperasi penangkapan Maduro. Di hari yang sama, Maduro menyatakan tidak bersalah atas dakwaan narkoterorisme yang diajukan oleh pemerintah AS.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS akan “menjalankan” Venezuela hingga pemilihan umum baru digelar. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah produsen minyak besar siap mengucurkan investasi miliaran dolar untuk menggarap cadangan minyak mentah Venezuela yang bernilai tinggi. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengisyaratkan bahwa pemerintahannya dapat memberikan subsidi kepada perusahaan energi guna membangun kembali industri minyak negara tersebut.
Meski demikian, upaya reformasi ekonomi dan politik di Venezuela dinilai sangat kompleks dan menyisakan banyak pertanyaan kebijakan maupun teknis yang belum terjawab. Rubio sejauh ini menghindari perincian tersebut dengan menegaskan bahwa AS akan memengaruhi pemerintahan Venezuela yang tersisa melalui tekanan ekonomi serta ancaman tindakan militer lanjutan.
Trump dan Miller menyatakan Delcy Rodríguez—mantan wakil presiden Maduro yang dilantik pada Senin sebagai penggantinya—turut membantu upaya AS, meskipun secara terbuka mengecam penangkapan Maduro. “Kami benar-benar mendapatkan kerja sama penuh, lengkap, dan total dari pemerintah Venezuela. Sebagai hasilnya, rakyat Venezuela akan menjadi lebih makmur daripada sebelumnya, dan tentu saja Amerika Serikat akan memperoleh manfaat besar dalam hal keamanan ekonomi dan kerja sama militer,” kata Miller.
Dalam wawancara dengan NBC, Trump membantah spekulasi bahwa AS telah berkoordinasi dengan Rodríguez sebelum penangkapan Maduro. Dia juga menegaskan perlunya memperbaiki negara sebelum menyelenggarakan pemilu baru. “Kami harus merawat negara ini hingga kembali sehat,” ujarnya.
Selain Rubio dan Miller, Menteri Pertahanan Pete Hegseth serta Wakil Presiden JD Vance diperkirakan memegang peran penting dalam agenda Venezuela. Trump menyebut tim tersebut terdiri dari berbagai keahlian. “Mereka semua punya keahlian, keahlian yang berbeda-beda,” katanya, seraya menegaskan bahwa dirinya tetap menjadi pihak yang memegang kendali akhir.
Reaksi Internasional Terhadap Operasi AS di Venezuela
Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan darurat pada Senin waktu setempat menyusul operasi tersebut. Sejumlah negara mengkritik langkah Trump dan menyuarakan kekhawatiran atas sinyal kemungkinan perluasan aksi militer ke Kolombia dan Meksiko, prediksi runtuhnya Kuba, serta pengulangan ancaman Trump untuk merebut Greenland dari Denmark atas nama keamanan nasional AS.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Rosemary DiCarlo, mewakili Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan mendalam karena aturan hukum internasional tidak dihormati. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz membela operasi penangkapan tersebut dan menegaskan aksinya terbatas. “Tidak ada perang terhadap Venezuela atau rakyatnya. Kami tidak menduduki sebuah negara. Ini adalah operasi penegakan hukum,” ujar Waltz.
Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa para pendukungnya akan mendukung kebijakannya terkait Venezuela, meskipun langkah itu berpotensi mengasingkan sebagian basis pemilihnya yang mendukung janji untuk menjauhkan AS dari perang luar negeri. “MAGA menyukainya. MAGA menyukai apa yang saya lakukan. MAGA menyukai semua yang saya lakukan. MAGA adalah saya. MAGA menyukai semua yang saya lakukan, dan saya juga menyukai semua yang saya lakukan,” kata Trump.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar