
Peran Ibu dan Ayah dalam Keluarga Menurut Pepatah Arab
Pepatah Arab yang terkenal adalah "Al-ummu madrasatul ula wal abu mudiruha", yang berarti "Ibu adalah madrasah pertama, dan ayah adalah kepala sekolahnya". Pepatah ini menggambarkan pentingnya peran ibu dan ayah dalam pengasuhan anak. Meskipun istilah "madrasah" sering dikaitkan dengan sekolah formal, maknanya di sini lebih luas. Madrasah di sini merujuk pada lingkungan belajar yang kondusif, di mana anak-anak pertama kali memperoleh ilmu, nilai, dan cara berpikir.
Ibu sebagai Sekolah Pertama
Ibu menjadi orang pertama yang dikenal oleh anak. Dari masa kehamilan hingga kelahiran, penyusuan, dan pembesaran, ibu memiliki peran kunci dalam menentukan dasar-dasar perkembangan anak. Ia tidak hanya memberikan makanan fisik, tetapi juga nutrisi spiritual dan emosional. Kehadiran ibu dalam kehidupan anak merupakan fondasi untuk membangun kepribadian yang kuat dan bermoral.
Karena itu, ibu harus memiliki ilmu dan akhlak yang baik. Ia harus terus belajar dan berkembang agar bisa menjadi contoh yang baik bagi anak. Dalam hadits Rasulullah Saw, disebutkan bahwa:
Belajar mencari ilmu itu kewajiban setiap muslim (laki-laki maupun perempuan).
(Sunan Ibn Majah)
Hadits ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam, termasuk perempuan. Tidak ada batasan yang menghalangi perempuan untuk terus menuntut ilmu, sebagaimana laki-laki.
Ayah sebagai Pendamping dan Pengatur
Sementara ibu bertindak sebagai madrasah pertama, ayah memiliki peran sebagai pendamping dan pengatur. Seperti kepala sekolah, ia menjaga agar segala urusan dalam rumah tangga berjalan lancar dan harmonis. Ayah tidak hanya membantu kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan spiritual kepada keluarga.
Peran ayah tidak hanya terbatas pada tugas ekonomi atau pengambilan keputusan, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dalam mendidik anak. Anak-anak memerlukan figur kedua orang tua sebagai teladan. Mereka belajar dari sikap, perilaku, dan cara berpikir kedua orang tua, bukan hanya dari ibu saja.
Tanggung Jawab Bersama dalam Mendidik Anak
Mendidik anak bukanlah tanggung jawab sepenuhnya dari ibu. Ini adalah tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah. Lingkungan keluarga yang kondusif adalah hasil dari kerja sama antara keduanya. Ibu dan ayah saling melengkapi, masing-masing dengan peran yang berbeda namun sama-sama penting.
Dalam ajaran Islam, setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki tanggung jawab untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi, yang bertugas untuk menciptakan kebaikan dan kemakmuran. Tanpa ilmu dan keahlian, sulit bagi seseorang untuk menjalankan amanat tersebut.
Pentingnya Ilmu dalam Kehidupan
Ilmu pengetahuan tidak hanya berguna dalam konteks akademis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Al-Quran, Allah Swt menyuruh umat-Nya untuk membaca dan belajar, seperti dalam ayat:
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.
(QS. Al-Alaq, 96:1-5)
Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan adalah bagian dari perintah Allah. Selain itu, dalam QS. Al-Mujadilah, 58:11, disebutkan bahwa umat Islam diminta untuk berusaha keras agar selalu beriman dan berpengetahuan. Sementara dalam QS. Fathir, 35:28, disebutkan bahwa ilmu pengetahuan digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan
Pepatah "Al-ummu madrasatul ula wal abu mudiruha" mengingatkan kita akan pentingnya peran ibu dan ayah dalam keluarga. Ibu adalah madrasah pertama, sedangkan ayah adalah kepala sekolahnya. Keduanya saling melengkapi dalam mendidik anak dan menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan ilmu dan akhlak yang baik, mereka dapat menjadi teladan yang baik bagi generasi penerus.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar