Tumpukan Sampah di Depan Puskesmas Serpong 1 Mengganggu, Pengelola Minta Tindakan Pemkot Tangsel

Tumpukan Sampah di Depan Puskesmas Serpong 1 Mengganggu, Pengelola Minta Tindakan Pemkot Tangsel

Masalah Sampah di Sekitar Puskesmas Serpong 1

Pengelola Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Serpong 1, Dayat (54), mengungkapkan kekhawatiran terkait tumpukan sampah yang sering muncul di area fasilitas kesehatan tersebut. Ia meminta pemerintah daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk segera mengambil tindakan agar kondisi lingkungan tetap bersih dan layak.

Menurut Dayat, area yang merupakan aset milik Universitas Indonesia (UI) itu sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh sejumlah oknum masyarakat. Padahal, sebagai fasilitas kesehatan, lingkungan Puskesmas seharusnya bersih dan bebas dari potensi sumber penyakit, termasuk sampah.

Sampai saat ini sudah hampir enam tahun area depan itu jadi tempat pembuangan sampah. Padahal dulunya area jalan itu juga aset UI, tapi karena ada pelebaran jalan akhirnya dijadikan jalan umum, ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/12/2025).

Dayat menilai tidak etis jika sebuah fasilitas kesehatan di depannya jadi tempat pembuangan sampah. Menurutnya, sampah yang kerap menumpuk di area depan Puskesmas merupakan sampah rumah tangga yang dibuang pada malam hari.

Biasanya habis Magrib mereka buang ke situ, lalu paginya sekitar jam 6 diangkut sama Dinas Lingkungan Hidup. Tapi lima hari ini sudah tidak diangkut lagi, kata Dayat.

Untuk sampah kesehatan, pihak Puskesmas bekerja sama dengan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS); mereka yang mengangkut. Sedangkan untuk sampah rumah tangga internal Puskesmas, mereka membuang ke belakang yang memang area pembuangan sampah dari DLH.

Dayat mengaku pihaknya pernah mengajukan surat permohonan kepada DLH Tangsel agar memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di depan Puskesmas. Namun upaya tersebut hanya membuahkan hasil sementara, sebab sejak 2019 tumpukan sampah di depan Puskesmas Serpong 1 terus berulang, terutama pada malam hari.

Lokasi kita dekat dengan Pasar Serpong, itu yang membuat banyak sampah dari pasar juga. Padahal mereka sudah disediakan tempat pembuangan sampah di area belakang, tapi entah kenapa tetap buangnya ke situ, ucap Dayat.

Karena itu, ia meminta Pemkot Tangsel untuk berkoordinasi dan mengambil tindakan atas kondisi tersebut. Dayat juga menyebutkan bahwa pihaknya telah membuat banner larangan membuang sampah di situ, namun tidak lama hilang dibuang orang.

Harapan kami, Puskesmas dapat berkoordinasi dan bersurat dengan DLH supaya lingkungan ini bersih. Kasihan juga pasien yang berobat ke sini, tutupnya.

Tanggapan Pegawai Puskesmas

Sementara itu, salah satu pegawai Puskesmas Serpong 1, berinisial DN, mengaku belum menerima keluhan langsung terkait tumpukan sampah tersebut. Saya belum cek kotak saran untuk lihat keluhan pasien soal sampah, tapi memang menurut saya juga kurang etis ada sampah di sekitar fasilitas publik, ujar wanita yang enggan disebutkan namanya itu.

DN juga menjelaskan bahwa ia tidak memiliki kewenangan untuk merespons permintaan pengelola agar pihak Puskesmas bersurat kepada DLH. Saya hanya pegawai di sini, tapi nanti coba saya sampaikan ke pimpinan. Karena itu kan kewenangan pimpinan, ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis belum mendapatkan respons dari pihak DLH Tangsel terkait tumpukan sampah tersebut. Upaya konfirmasi kepada Sekretaris DLH Tangsel, Hadi Widodo, melalui pesan singkat dan panggilan telepon telah dilakukan, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan