
nurulamin.proSektor tunggal putra Malaysia melakukan perombakan dengan menambah pelatih dan pemakn demi mengejar ketertinggalan.
Nasib Leong Jun Hao dan Justin Hoh yang masih memiliki kesenjangan dengan rival tunggal putra lainnya, mungkin akan segera berubah.
Leong dan Hoh yang kerap dibandingkan dengan bersinarnya Alwi Farhan memang sedang dapat sorotan.
Perbandingan tunggal putra Malaysia dengan bersinarnya tunggal putra Indonesia pernah dibahas oleh legenda bulu tangkis Malaysia, Rashid Sidek, yang mengaitkannya juga pada sisi motivasi.
"Pelatnas BAM perlu mengasah pemain mudanya, selain yang sudah dimilikinya. Lihatlah Indonesia, pemain berusia 18, 20 tahun sudah berani, berkarakter."
"Pemain kita juga berbakat, mereka hanya butuh kekuatan mental dan keberanian."
"Tidak boleh ada rasa takut, rasa hormat yang berlebihan. Bahkan pemain terbaik pun harus dikalahkan. Jika ada rasa takut, akan sulit untuk memberikan yang terbaik," ujarnya.
Di satu sisi, mereka ditunggu segera juara saat tunggal putra Malaysia sudah mendatangkan Kenneth Jonassen sebagai pelatih.
Pelatnas Negeri Jiran berbenah dengan mendatangkan amunisi tambahan berupa pelatih dan sejumlah pemain.
Tujuannya adalah memperkaya dan menguatkan metode latihan tunggal putra Malaysia.
Pelatih kepala tunggal junior saat ini, Tey Seu Bock, diperkirakan akan naik ke tim tunggal putra senior.
Ada juga spekulasi bahwa Yeoh Kay Bin akan bergabung dengan sektor tersebut setelah ia berpisah dengan pemain bulu tangkis independen Lee Zii Jia usai Malaysia Open 2026.
Daftar pelatih di sektor tunggal saat ini antara lain K. Yogendran dan Alvin Chew (tunggal putra), Iskandar Zulkarnain Zainuddin (tunggal putri), dan Misbun Ramdan (junior).
"Secara keseluruhan untuk tahun 2026, akan ada beberapa perubahan struktural di sektor tunggal setelah saya menilai kebutuhan saat ini serta apa yang dibutuhkan di masa depan, termasuk dalam hal jumlah pemain," kata Jonassen dikutip nurulamin.prodari Harian Metro.
"Saya ingin bersikap proaktif, bukan hanya bereaksi terhadap situasi. Itulah mengapa kami sedang mempersiapkan diri dan melakukan beberapa penyesuaian."
"Ketika semuanya sudah siap, saya akan membagikan detailnya, tetapi perubahan pada struktur kepelatihan termasuk pengenalan pelatih baru akan segera diimplementasikan," katanya.
ia juga akan meningkatkan kerja sama dari pemain junior hingga senior agar kesinambungan dapat berjalan lebih lancar, membentuk pemahaman yang baik dan mengerti gaya permainan yang ingin ia terapkan.
"Pendekatan saya tetap pada konsep satu tim besar yang melibatkan tunggal putra dan putri, serta level junior dan senior."
"Ini adalah satu-satunya cara untuk mengembangkan pemain dan menyediakan jalur yang jelas dari level junior awal hingga potensi kelas dunia," kata Jonassen.
Pelatih asal Denmark itu enggan terganggu cibiran publik yang menyudutkannya karena tunggal Maysia tak kunjung berprestasi. Menurutnya, semua hal memiliki proses.
"Saya berasal dari sistem di mana segala sesuatu membutuhkan waktu," kata Jonassen menekankan seperti dikutip dari New Straits Times.
"Para pemain top Denmark tidak dikembangkan dalam semalam, dan saya di sini bukan untuk membuat solusi cepat yang akan menjadi bumerang di kemudian hari. Saya di sini untuk jangka panjang," tutur Jonassen
Lebih dari itu, mantan pelatih Viktor Axelsen ini berharap anak-anak didiknya memiliki semangat lebih untuk mengejar ketertinggalan mereka.
"Bakat hanyalah pembuka jalan," kata Kenneth Jonassen.
"Tujuan saya sama sekali tidak tercapai tahun lalu, tetapi saya sekarang lebih memahami mengapa hal itu tidak terjadi dan area mana yang perlu kami tingkatkan."
"Saya tidak menganggap tahun 2025 sebagai tahun yang hebat. Mungkin tahun itu tidak memuaskan para penggemar, tetapi juga tidak memuaskan saya karena saya memiliki ambisi dan impian yang lebih besar."
"Kemampuan Anda untuk mengerahkan upaya maksimal setiap hari itulah yang membuat perbedaan," katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar