
Reuni Akbar 212 di Monas: Refly Harun Soroti Prinsip Konstitusi dan Pemakzulan
Pada acara Reuni Akbar 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025), muncul aspirasi pemakzulan dari para peserta. Hal ini disampaikan oleh Refly Harun, seorang pakar hukum tata negara, saat diberi kesempatan untuk berbicara selama lima menit.
Refly mengungkapkan bahwa ia diminta untuk membahas konstitusi dalam pidatonya. Ia menekankan salah satu prinsip inti dari konstitusi adalah kesetaraan di mata hukum. "Salah satu prinsip konstitusi adalah equality before the law, kesamaan di depan hukum. Jadi siapa pun harus tunduk di bawah konstitusi yang merupakan permufakatan tertinggi bangsa ini," ujarnya.
Ia juga menyentuh topik tentang wakil presiden dan pelanggaran konstitusi, tanpa menyebut nama secara eksplisit. "Jika Anda menjadi Wakil Presiden, saya garisbawahi. Jika Anda Wakil Presiden, tetapi melanggar konstitusi, maka Anda tidak lagi memenuhi syarat sebagai Wakil Presiden, dan Anda wajib dimakzulkan. Setuju dimakzulkan? Setuju! Setuju dimakzulkan? Setuju!" kata Refly sambil bersahutan dengan hadirin.
Refly juga menjelaskan bahwa dasar dari pernyataannya bukanlah asal bicara. "Dasarnya adalah jika pendidikannya ternyata dibuktikan tidak memenuhi syarat, ijazah SMA-nya tidak jelas, maka wajib dimakzulkan," tambahnya.
Selain itu, Refly juga menyentuh isu kriminalisasi terhadap orang-orang yang sedang meneliti dokumen publik. "Konstitusi juga mengandung perlindungan terhadap warga negara. Ada yang namanya kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Jadi jika ada peneliti yang meneliti dokumen publik, tiba-tiba dia ditersangkakan, apakah negara kita menjadi negara demokrasi yang baik?" tanyanya.
Kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
Selain Refly Harun, sejumlah tokoh lain juga turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pramono datang ke acara Reuni 212 di Monas bersama Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto. Keduanya duduk di panggung bersebelahan dengan para tokoh seperti Habib Rizieq Shihab dan Wamenag Romo Muhammad Syafi'i.
Pramono tampak mengenakan kemeja koko berwarna putih, kopiah hitam, dan syal Palestina. Pembawa acara yang juga menantu Habib Rizieq, Habib Muhammad bin Husein Alatas, menyebut bahwa Pramono sejatinya adalah Mujahid 212. Sebab, ia hadir pada edisi perdana 212 pada 2 Desember 2016 silam semasa menjabat Menteri Sekretaris Kabinet yang mendampingi Presiden Joko Widodo.
Meski hadir, Pramono tidak sampai selesai di lokasi Reuni 212. Ia meninggalkan lokasi pada pukul 21.30 WIB atau setelah Wamenag menyampaikan sambutan. Saat hendak pamit, Pramono kembali mendapat perlakuan hangat saat bersalaman dengan para tokoh yang hadir, termasuk Habib Rizieq.
Menurut Habib Muhammad, hal ini menjadi momentum yang bagus karena sinergi antara ulama dan umara. Ia memberikan pesan sebagai bentuk cinderamata kepada Pramono. "Jakarta aman, warga nyaman. Jakarta kondusif, hidup makin sip. Ulama dan umara akur, Jakarta makin makmur," ujar Habib Muhammad.
Setelah turun dari panggung, Pramono langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan kepada awak media. Sebelumnya, Humas Reuni 212, Buya Hussein, mengapresiasi dukungan dari Pemprov Jakarta dalam gelaran Reuni 212 tahun ini. "Kami sangat mengapresiasi dukungan yang begitu luar biasa dari Pak Pramono Anung selaku Gubernur DKI. Karena baru tahun ini dukungan dari Pemprov yang luar biasa. Mudah-mudahan kerja sama ini bukan pertama dan terakhir tapi selamanya," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar