
Perguruan Tinggi Swasta Pertama Kali Jadi Tuan Rumah Lomba Inovasi Digital Mahasiswa
Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM), sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) dipercaya menjadi tuan rumah babak final kompetisi digital terbesar di lingkungan pendidikan tinggi. Universitas Adi Buana (UAB) Surabaya ditunjuk langsung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek RI untuk memimpin pelaksanaan LIDM 2025. Penunjukan ini menjadi penanda perubahan bahwa pusat inovasi tak lagi hanya berputar di kampus negeri besar.
Penunjukan UAB Surabaya ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa PTS mulai memainkan peran strategis dalam pengembangan talenta digital nasional. Kepercayaan tersebut juga menunjukkan pemerataan kualitas dan kesiapan ekosistem pendidikan tinggi dalam menghadapi era transformasi digital.
Ribuan Peserta, Hanya 35 Kampus Tembus Final
Dengan tema “Menuju Talenta Pendidik Indonesia Berinovasi dan Berliterasi Digital”, LIDM tahun ini mencatat peningkatan peserta hingga lebih dari 3.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi administratif, substansi, wawancara, hingga penilaian video, hanya 35 perguruan tinggi yang berhasil lolos ke final.
Finalis berasal dari kampus besar seperti UGM, UI, ITS, Airlangga, IPB, hingga kampus seni dan politeknik. Nama UAB Surabaya sendiri masuk daftar finalis melalui kategori Inovasi Pembelajaran Digital—menguatkan posisi tuan rumah sebagai peserta yang turut tampil bersaing.
Lima Divisi Adu Inovasi Digital Pendidikan
Tahun ini, LIDM mempertandingkan lima divisi yang seluruhnya fokus pada transformasi digital sektor pendidikan:
- Inovasi Teknologi Digital Pendidikan
- Inovasi Pembelajaran Digital
- Video Digital Pendidikan
- Poster Digital Pendidikan
- Microteaching Digital Pendidikan
Seluruh kategori dirancang untuk mendorong lahirnya solusi yang dapat diadopsi sekolah maupun perguruan tinggi.
Rektor: UAB Membuktikan PTS Siap Memimpin Inovasi
Rektor UAB Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, menegaskan bahwa penunjukan UAB sebagai tuan rumah mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas PTS.
“Ini kehormatan besar. Sebagai satu-satunya PTS yang dipercaya menjadi tuan rumah, kami buktikan bahwa PTS juga memiliki ekosistem inovasi yang kuat dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
LLDIKTI Tekankan Dampak Nyata ke Masyarakat
Ketua LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, menegaskan bahwa inovasi digital mahasiswa harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.
“Kompetisi ini bukan hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi harus memberikan dampak bagi masyarakat dan negara,” tegasnya.
Kemendiktisaintek: Talenta Digital Indonesia Makin Merata
Perwakilan kementerian, Charoline Dewi Virasari, menjelaskan bahwa LIDM merupakan satu dari 16 kompetisi talenta nasional pada 2025.
“Lebih dari 3.000 mahasiswa mendaftar. Finalis yang hadir adalah yang terbaik dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
AI Bukan Ancaman, tapi Pendukung Kreativitas Mahasiswa
Ketua Pelaksana LIDM 2025, Dr. Moch. Shofwan, menyoroti meningkatnya peran kecerdasan buatan dalam proses belajar-mengajar.
“Perkembangan AI harus dimaknai sebagai pendukung kreativitas, bukan pengganti peran manusia,” ujarnya.
Momentum Lahirnya Talenta Digital Pendidik Indonesia
Dengan dukungan kementerian dan hadirnya finalis dari berbagai provinsi, LIDM 2025 di UAB Surabaya menjadi momentum penting pemerataan kualitas pendidikan digital Indonesia. Penunjukan UAB sebagai tuan rumah memecah dominasi kampus negeri dan memperkuat pesan bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja.
Kegiatan ini diharapkan melahirkan pendidik masa depan yang kreatif, adaptif, dan berdampak, serta mendorong transformasi pendidikan Indonesia di era digital.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar