
Inovasi Pengolahan Limbah Udang untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Limbah kepala dan kulit udang, yang selama ini dianggap sebagai sampah, kini menjadi bahan baku bernilai ekonomi tinggi. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi penyedap rasa alami yang memiliki cita rasa gurih dan alami. Ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Di Desa Muara Badak Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, para dosen Universitas Mulawarman (Unmul) bekerja sama dengan Pokdakan Salo Sumbala Sejahtera untuk memperkenalkan inovasi ini. Melalui program pendampingan, masyarakat kini mampu menghasilkan bubuk penyedap rasa alami yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan sebagai produk UMKM.
Pelatihan Pengolahan Limbah Udang
Pelatihan yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unmul fokus pada teknik pengolahan berbasis foam-mat drying. Peserta diajarkan langkah-langkah mulai dari pembersihan bahan baku, penyangraian untuk mengeluarkan rasa umami alami, pengeringan menggunakan food dehydrator, proses penghalusan, hingga formulasi bubuk agar tekstur lebih halus dan stabil.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang sanitasi dan keamanan pangan, aspek penting dalam meningkatkan kualitas produk UMKM pesisir. Pelatihan ini juga mencakup pengemasan, branding, pembuatan label, serta pemasaran digital, yang dinilai penting agar produk lokal bisa bersaing di pasar modern.
Antusiasme Peserta
Antusiasme peserta terlihat dari respons Fitri Rahma, salah satu peserta pelatihan. Ia menyampaikan bahwa setelah mengikuti pelatihan, ia mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan limbah dan cara mendapatkan perizinan usaha. Ia berharap pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Berdasarkan evaluasi, kemampuan produksi peserta meningkat sebesar 33,75 persen, sementara kemampuan pemasaran naik 31,20 persen. Produk penyedap yang dihasilkan memiliki aroma yang kuat, warna merata, dan tekstur yang halus seperti penyedap rasa komersial yang sudah umum di pasaran.
Langkah Awal Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Program pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, Pokdakan Salo Sumbala Sejahtera akan didukung dalam pengurusan izin PIRT, sertifikasi halal, serta pengembangan produk turunan berbasis limbah perikanan.
Sebagai bentuk apresiasi, tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat
Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat mampu mendorong pemanfaatan limbah perikanan menjadi sumber ekonomi berkelanjutan. Dengan inovasi yang dihasilkan, masyarakat pesisir dapat mandiri secara ekonomi melalui pengembangan produk berbasis potensi lokal.
Harapan Masa Depan
Dr. Nurfaidah, ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan harapan besarnya bagi masyarakat. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi melalui inovasi berbasis potensi lokal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar