Ucapan terima kasih suami untuk dedikasi istri

Peran Ganda yang Diemban oleh Kartika

Di tengah tuntutan profesional dan kesibukan rumah tangga, banyak perempuan menjalani dua peran besar sekaligus, yakni sebagai pegawai yang andal dan ibu penuh perhatian. Mereka menyusun hari dengan rapi, mengurus keluarga sebelum bergegas ke kantor, lalu kembali membawa energi yang tersisa untuk mendampingi anak-anak.

Iky (27) hanya bisa mengucapkan “terima kasih” karena istrinya, Kartika (28), sudah berjuang keras menjadi seorang ibu, sejak sebelum wajah anak mereka yang kini berusia satu tahun tiga bulan, Baskara, belum terlihat jelas di layar monitor USG. Iky mengungkapkan bahwa Kartika berjuang sangat keras untuk anak ketika dia memilih untuk setuju melahirkan. Menurutnya, itu adalah bentuk pengorbanan yang sangat besar, karena banyak orang di luar sana yang hanya ingin membuat anak, melahirkan, tapi tidak mau mengurusnya.

Selama masa kehamilan Baskara, Iky melihat bagaimana Kartika sangat berjuang dalam menahan pusing dan mual yang dirasakan. Masa kehamilan adalah momen ketika Iky benar-benar mengagumi sang istri. Ia merasa bahwa Kartika memiliki kekuatan luar biasa dalam menjalani proses tersebut.

Menjadi Badut di Tengah Kelelahan

Setelah masa cuti melahirkan selesai, Kartika masih tetap bekerja tanpa melupakan peran utamanya sebagai ibu. Iky mengatakan bahwa Kartika menyempatkan diri untuk benar-benar mengajak main anak pasca pulang kerja. Dia membuat anaknya tertawa, dan hal ini bisa mengembalikan energi Kartika agar bisa menjadi "badut" di mata anaknya.

Menurut Iky, tidak semua ibu yang sedang lelah sepulang kerja langsung sepenuhnya mengembalikan energi demi menghibur dan membuat anak tertawa. Namun, Kartika selalu memberikan perhatian penuh kepada anaknya, bahkan meskipun sedang dalam kondisi lelah.

Menjadi IRT demi Mengurus Anak

Iky mengungkapkan bahwa keputusan Kartika untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga (IRT) adalah keputusan yang berat. Selain karena sudah lama terbiasa bekerja sejak lulus kuliah, tetapi menjadi IRT adalah pekerjaan yang sangat sulit menurut Iky. Ia mengatakan bahwa IRT adalah “pekerjaan” yang sangat-sangat luar biasa. Dan ketika Kartika sudah menjadi seorang IRT, ia sangat-sangat berterima kasih karena tidak semua perempuan mau menjadi IRT. Menurutnya, Kartika sebagai seorang ibu punya mental yang kuat.

Menyukai Semua yang Ada di Diri Kartika

Iky bukanlah tipe laki-laki rumit dengan banyak standar. Namun, sosok Kartika di mata Iky, sudah melampaui semua standar yang ditetapkan oleh masyarakat kepada seorang ibu. Dari semua kualitas terbaik yang dimiliki oleh sang istri, dua di antaranya adalah bagaimana Kartika legowo untuk berkorban secara materiil dan imateriil, serta waktu.

Perihal waktu, menurutnya Kartika bisa membagi perhatiannya tidak hanya terfokus pada anak, tapi juga suami. Sejak punya anak, setiap pulang kerja dulu selalu langsung bersih-bersih untuk main sama anak. Dan sekarang Kartika lebih sabar. Karena situasi sudah punya anak, dia jadi lebih belajar untuk menahan diri.

Setiap Hari Bangga dengan Istri

Tidak ada momen khusus yang membuat Iky bangga dengan Kartika. Sebab, ia selalu bangga dengan istrinya setiap hari. Menurutnya, tidak ada yang bisa sesabar istrinya dalam mengurus anak. Terlebih, ia dan Kartika masih sama-sama muda dan masih meraba-raba dalam mengurus anak, walaupun kini sang buah hati sudah berusia setahun tiga bulan.

Misalnya ketika anak sakit, mereka bingung anak ditidurin salah, digendong salah, dikasih makan enggak mau. Tapi Kartika masih mau menjaga, melindungi, dan perhatian sama Baskara. Iky sangat berterima kasih sekali.

Tetap Menjadi Kartika yang Ceria

Sebagai seorang suami, ayah, sekaligus teman hidup, Iky hanya berharap agar Kartika, baik sebagai seorang ibu maupun sebagai seorang “Kartika”, tetap menjadi sosok yang ceria. Ia ingin agar istrinya tetap menjadi diri sendiri apa adanya, serta melakukan apapun yang disuka karena Iky bakal terus mendukungnya.

Pokoknya selalu sabar, selalu waras, selalu bahagia, dan selalu ceria seperti Kartika sebelum menikah, sebelum punya anak, dan sesudah menjadi seorang ibu. Tetap jadi diri sendiri yang menyenangkan orang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan