
Persiapan Justin Gaethje Menghadapi Paddy Pimblett
Petarung UFC, Justin Gaethje, akan segera tampil dalam duel perebutan gelar juara interim kelas ringan tahun depan melawan Paddy Pimblett. Dalam persiapan menghadapi pertandingan ini, Gaethje menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Meskipun banyak orang memprediksi bahwa keunggulan Gaethje akan datang dari kemampuan strikingnya, ternyata ia juga siap menghadapi aspek grappling dalam pertandingan tersebut.
Gaethje telah membuktikan dirinya mampu menghadapi petarung elite di bidang gulat. Meski sebelumnya pernah kalah dari Khabib Nurmagomedov dan Charles Oliveira, ia tetap percaya diri dengan latihan intensif yang dilakukannya setelah kalah melalui teknik cekikan rear naked choke dari Oliveira pada 2022 silam.
Pengalaman dan Perkembangan dalam Grappling
Menurut Gaethje, pengalaman melawan pegulat elit memberinya tantangan tersendiri. Ia mengakui bahwa pertarungan terbesarnya melawan para pegulat elite selalu menjadi ujian berat. Namun, ia menyadari bahwa cara Oliveira membuatnya jatuh adalah dengan pukulan yang menghancurkan.
Sementara itu, Khabib Nurmagomedov memiliki pendekatan yang berbeda. Menurut Gaethje, Khabib adalah salah satu pegulat terbaik yang pernah ia hadapi. Namun, setelah pertandingan melawan Oliveira, ia memutuskan untuk fokus pada pelatihan jiu-jitsu dan grappling secara intens.
"Sejak saat itu, saya benar-benar berlatih jiu-jitsu dan grappling dengan sangat intens, dan saya sebenarnya menikmati hal itu lebih dari sebelumnya," kata Gaethje kepada Submission Radio.
Strategi Menghadapi Pimblett
Meski tidak berniat untuk bergulat dalam pertandingan nanti, Gaethje mengakui bahwa ia tidak takut dengan aspek grappling. Ia yakin kemampuannya untuk mencegah lawan menjatuhkannya adalah yang terbaik.
"Saya tidak ingin bergulat, tapi saya tidak masalah dengan aspek grappling," ujarnya. "Jika Pimblett mencoba menyerang dengan pukulan, tendangan, atau lutut, maka dia akan memiliki peluang yang lebih baik."
Gaethje juga mengakui bahwa Pimblett bisa menjadi ancaman serius baginya. Menurutnya, pukulan-pukulan Pimblett cukup kuat dan efektif. Ia menilai pukulan-pukulan Pimblett memiliki kekuatan sekitar 7 hingga 8 skala.
"Jika kamu terkena pukulan-pukulannya, itu akan menjadi masalah. Dan dia terus bergerak maju," tambahnya. "Ini adalah bagian penting dari olahraga ini dan benar-benar membuatnya masuk ke posisi clinch dan takedown."
Menciptakan Keuntungan dalam Pertandingan
Untuk menghadapi Pimblett, Gaethje merancang strategi yang tepat. Ia ingin menciptakan sudut dan memaksanya masuk ke dalam serangan. Menurutnya, tujuannya adalah menjadi objek yang tiba pertama dan memiliki kekuatan terbesar.
"Saya selalu mengatakan saya menciptakan tabrakan mobil, saya ingin menjadi objek yang tiba pertama dan memiliki kekuatan terbesar, dan itu dengan mengendalikan kakinya dan memaksanya masuk ke posisi berbahaya," katanya.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang jelas, Gaethje siap menghadapi Pimblett. Meski ia mengakui bahwa peluang untuk menang melawan Pimblett sangat tipis, ia tetap optimis dengan kemampuan yang dimilikinya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar