UIN Siber Cirebon tingkatkan transformasi digital kearsipan melalui kolaborasi strategis dengan ANRI

UIN Siber Cirebon tingkatkan transformasi digital kearsipan melalui kolaborasi strategis dengan ANRI dan Kemenag

Upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Mempertahankan Kearsipan Digital

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang menjadi pelopor dalam digitalisasi layanan administrasi. Langkah ini ditegaskan melalui kunjungan strategis yang dilakukan oleh Tim Arsiparis bersama dengan Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Umum, H. Susari, ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Biro Umum Kementerian Agama RI.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan kampus. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan pengelolaan arsip elektronik berjalan sesuai standar nasional.

Peran Penting SRIKANDI dalam SPBE

SRIKANDI merupakan aplikasi umum bidang kearsipan yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Implementasinya merujuk pada beberapa peraturan, seperti Perpres 95/2018, Peraturan ANRI No. 4/2021, dan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam No. 1/2024 yang mewajibkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk menggunakan sistem kearsipan dinamis berbasis elektronik.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan UIN Siber diterima oleh jajaran pimpinan kearsipan nasional, termasuk Dipo Winarto – Direktur Teknologi Informasi Kearsipan dan M. Imam Mulyantono– Direktur Kearsipan Pusat. Di kantor ANRI, mereka mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar kearsipan nasional.

Pembahasan Strategis di ANRI

Dalam sesi diskusi, ANRI memberikan pemaparan komprehensif mengenai arah transformasi digital kearsipan nasional. Beberapa poin strategis yang menjadi penekanan antara lain:

  • Penyelarasan kebijakan internal kampus dengan regulasi kearsipan nasional
  • Standarisasi klasifikasi arsip dan penyusunan JRA (Jadwal Retensi Arsip)
  • Penataan tata naskah dinas elektronik
  • Strategi migrasi arsip konvensional menuju kearsipan digital yang terintegrasi

ANRI menilai bahwa penguatan fondasi kearsipan di tingkat perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung budaya dokumentasi yang akuntabel.

Diskusi Teknis di Biro Umum Kemenag

Kunjungan dilanjutkan ke Biro Umum Kementerian Agama RI selaku administrator utama SRIKANDI di lingkungan Kementerian Agama. Pembahasan mencakup proses bisnis persuratan elektronik dari tingkat pimpinan hingga unit teknis, optimalisasi fitur aplikasi, serta peningkatan peran Pejabat Penandatangan Elektronik (PTE).

Selain itu, pembentukan Asosiasi Arsiparis Indonesia Kemenag (AAI Kemenag) juga menjadi salah satu topik strategis yang mengemuka sebagai wadah penguatan profesi arsiparis di lingkungan Kemenag.

Menurut H. Susari, kunjungan kerja ini menjadi bukti komitmen UIN Siber dalam mendukung implementasi SPBE dan mewujudkan tata kelola layanan publik yang lebih modern. “Kami ingin memastikan bahwa UIN Siber berada di garis depan penerapan kearsipan digital yang akuntabel dan transparan. Dukungan dari ANRI dan Kemenag sangat penting untuk memperkuat ekosistem SPBE di kampus,” ujarnya.

Dengan transfer pengetahuan langsung dari dua lembaga otoritatif di bidang kearsipan tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan diri menjadi PTKIN percontohan nasional dalam implementasi sistem kearsipan elektronik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan