
Setelah menghebohkan penonton dengan kekacauan yang mereka buat dalam film Modal Nekad (2024), tiga bersaudara paling "ajaib" kembali beraksi di sekuel terbarunya, Modual Nekad. Film ini dirilis tepat di malam pergantian tahun 2026 dan menandai kembalinya Imam Darto sebagai sutradara sekaligus penulis skenario. Dengan tagline "Modal Nekad Dua Kali Lipat", StarVision Plus tampaknya tidak main-main dalam menyajikan pengalaman yang lebih heboh, emosional, dan penuh tawa.
Ketiga tokoh utama, yaitu Saipul, Jamal, dan Marwan, tetap diperankan oleh Gading Marten, Tarra Budiman, dan Fatih Unru. Mereka kembali memperlihatkan chemistry yang kuat, disertai dukungan dari Gisella Anastasia, Gempita, Sahila Hisyam, dan aktor lainnya. Bagi penonton yang belum menonton film pertama, akan ada kilas balik sebelum cerita dilanjutkan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap, disarankan untuk menonton Modal Nekad yang telah tayang di Netflix. Film pertama ini dinilai lucu dan menghibur.
Cerita Modual Nekad berlanjut setelah ketiga saudara berhasil mengamankan koper berisi uang miliaran. Pada awalnya, hidup mereka terlihat sempurna: Saipul rujuk dengan istrinya, Jamal menikah dan membuka usaha, sementara Marwan bisa melanjutkan kuliah. Namun, bencana datang ketika uang mereka tiba-tiba raib. Ternyata, Marwan menggunakan uang itu untuk menebus rumah warisan ayah mereka yang disita bank.
Kepanikan pun melanda. Di tengah upaya mencari ganti rugi, Marwan menemukan kode misterius di koper lama mereka. Bukannya menemukan solusi, mereka justru terseret masuk ke konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan pengusaha kejam dan jaksa korup. Dari sekadar urusan rumah warisan, kini nyawa keluarga menjadi taruhannya. Mereka dipaksa memilih antara keselamatan keluarga atau keserakahan masa lalu.
Sebagai sutradara dan penulis naskah, Imam Darto kembali menunjukkan kemampuannya lewat Modual Nekad. Film ini mempertahankan identitas humornya yang memotret ironi kelas menengah, menyajikan adegan kejar-kejaran absurd hingga dialog tentang himpitan ekonomi yang mengundang tawa getir. Intensitas komedi yang disuguhkan cukup tinggi dengan ritme yang rapat. Meskipun beberapa lelucon terasa cringe, interaksi antara Gading Marten, Tarra Budiman, dan Fatih Unru mampu menutupi kekurangan tersebut. Dinamika ketiganya terjalin sangat natural dan meyakinkan.
Dari segi teknis, peningkatan kualitas penyutradaraan terlihat jelas melalui sinematografi yang dinamis, khususnya pada adegan aksi. Pemilihan musik latar yang efektif menjaga energi film sampai akhir. Selain itu, film ini juga menyisipkan kritik sosial yang tajam terkait korupsi pejabat dan isu sel mewah, yang dieksekusi tanpa terkesan menggurui. Semuanya tersisip mulus di sela-sela cerita komedi.
Lebih dari sekadar komedi, Modual Nekad menawarkan kedalaman emosional. Pengembangan karakter yang matang terlihat pada Marwan, Saipul, dan Jamal, yang menunjukkan pendewasaan dalam menghadapi konflik. Marwan yang impulsif mulai belajar tanggung jawab. Saipul semakin kuat perannya sebagai kakak tertua. Jamal tetap dengan kekonyolannya, tapi lebih peduli. Film ini juga menyoroti arti keluarga yang sesungguhnya, nilai-nilai pengorbanan untuk orang-orang tersayang. Penampilan manis Gisella Anastasia dan Gempita Nora Marten turut memperkuat daya tarik film ini.
Modual Nekad menjadi bukti bahwa sekuel film lokal mampu tampil lebih baik dari pendahulunya. Meskipun plot yang cukup tertebak dan beberapa transisi subplot yang kurang halus, film ini menyajikan keseimbangan yang apik antara humor dan drama, menjadikannya tontonan akhir pekan yang sangat layak!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar