
berita
- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan kerja sama dengan Nanjing University di Tiongkok untuk menciptakan program magister gelar ganda yang bertujuan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Delegasi UNJ terdiri dari Manajer Urusan Kerjasama Internasional, Mutia Delina dan Sekretaris Kantor Internasional, Sri Rahayu melakukan pertemuan penting dengan School of Environment Nanjing University (Sekolah Lingkungan Universitas Nanjing) pada 9 Desember 2025.
Sri Rahayu menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kesepakatan akademis.
"Ini adalah komitmen terhadap masa depan planet kita. Bermitra dengan institusi kelas dunia seperti Sekolah Lingkungan Universitas Nanjing memungkinkan kita untuk menggabungkan keahlian dan sumber daya untuk mengatasi masalah lingkungan paling mendesak yang didefinisikan oleh SDGs. Program gelar ganda ini akan menghasilkan lulusan yang bukan hanya ahli, tetapi juga kolaborator lintas budaya," ujar Sri Rahayu.
Program yang diusulkan berfokus pada sejumlah tujuan lingkungan dan keberlanjutan yang saling terkait. Beberapa contohnya adalah SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), 13 (Aksi Iklim), 14 (Kehidupan di Bawah Air), 15 (Kehidupan di Darat), dan 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
Mutia Delina menjelaskan bahwa diskusi mereka melampaui teori menuju desain yang dapat ditindaklanjuti.
"Kami membayangkan sebuah program di mana mahasiswa menganalisis keberlanjutan air di Jakarta dan Nanjing, mempelajari model ketahanan perkotaan, dan mengerjakan proyek konservasi bersama. Pendekatan praktis dan komparatif ini sangat penting untuk pemecahan masalah yang efektif," kata Mutia Delina.
Para profesor dari School of Environment Nanjing University, Hongyan Guo, Wenlei Zhu, Gu Cheng, dan Mei Li menyambut baik inisiatif ini.
Kami terkesan dengan komitmen UNJ terhadap SDGs dan melihat sinergi yang luar biasa dalam kemitraan ini. Menggabungkan kekuatan penelitian kami tentang tantangan lingkungan regional dengan perspektif UNJ yang berbasis pada kenyataan akan menciptakan model pendidikan yang ampuh dengan dampak nyata, ungkap pihak Nanjing University.
Komite akademik dari kedua institusi akan segera memulai pekerjaan rinci untuk harmonisasi kurikulum, penyelarasan sistem kredit, dan penyusunan perjanjian formal. Mereka menargetkan menyelesaikan perjanjian gelar ganda dan membuka pendaftaran untuk angkatan mahasiswa perdana pada tahun akademik 2027.
Poin Penting Usulan Kolaborasi
Kerangka Kerja Gelar Ganda: Hasil utama adalah pengembangan program gelar ganda tingkat master. Mahasiswa yang terdaftar dalam program ini akan menghabiskan waktu yang signifikan di kedua institusi, yang berpuncak pada gelar yang diberikan oleh UNJ dan Universitas Nanjing, sebuah universitas terkemuka di Tiongkok yang terkenal dengan penelitian lingkungannya.
Kurikulum yang Berpusat pada SDGs: Kurikulum akan disusun secara unik berdasarkan SDGs yang ditargetkan, mengintegrasikan mata kuliah dalam ilmu lingkungan, keberlanjutan perkotaan, mitigasi perubahan iklim, ekonomi sirkular, konservasi laut dan darat, serta tata kelola lingkungan internasional.
Kemitraan Berbasis Riset: Program ini akan terintegrasi secara mendalam dalam ekosistem riset kedua universitas. Mahasiswa akan memiliki akses ke lokasi lapangan, laboratorium canggih, dan pengawasan bersama dari para dosen, mengerjakan proyek-proyek dunia nyata yang selaras dengan SDGs dalam konteks Indonesia dan Tiongkok.
Memperkuat SDG 17: Kemitraan itu sendiri merupakan perwujudan langsung dari SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), yang menunjukkan bagaimana kerja sama akademis internasional dapat menjadi sarana yang ampuh untuk mencapai Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar