
Kronologi Rumah Ambruk, Anak Hampir Tertimpa Reruntuhan
Diding Boneng mengungkapkan peristiwa robohnya rumah terjadi pada Minggu malam (28/12/2025). Saat itu, ia baru tiba di rumah dan mendapati suasana sudah dipenuhi kepanikan dari anggota keluarga dan warga sekitar. “Waktu saya pulang, orang-orang sudah pada menangis. Saya tanya ada apa, ternyata lampu mati dan rumah sudah rubuh,” ujar Diding saat ditemui di kediamannya, di Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2025).
Ia mengatakan, kondisi gelap membuatnya tidak bisa melihat secara jelas bagian rumah yang ambruk. Reruntuhan bangunan juga menghalangi akses ke bagian belakang rumah. “Karena gelap saya enggak tahu awalnya bagaimana. Mau ke belakang juga enggak bisa karena sudah ketutup reruntuhan,” kata Diding.
Peristiwa tersebut nyaris menelan korban karena salah satu anaknya masih berada di dalam rumah. “Anak saya hampir ketiban. Dia sudah setengah tidur, dengar suara ‘krek, krek’ di atas. Begitu dia lari keluar, atapnya langsung jatuh,” ucap Diding.
Rumah Mulai Direnovasi, Ditargetkan Rampung Dua Bulan
Pasca-kejadian, rumah Diding Boneng langsung dibongkar total dan mulai direnovasi sejak Senin (29/12/2025). Proses pembangunan ulang dilakukan dari nol menggunakan material yang lebih kuat demi keamanan penghuni. Ketua RT 012 RW 008 Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Giman, mengatakan progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 10 persen. “Kalau sekarang hitungannya masih sekitar 10 persen. Baru bagian kamar-kamar yang naik, tingginya sudah sekitar 3 meter,” ujar Giman saat ditemui di Matraman Dalam, pada Jumat (2/1/2026).
Menurut Giman, rumah tersebut ditata ulang agar lebih rapi dan layak dihuni oleh keluarga besar. Mengingat ada 12 orang dari 5 Kepala Keluarga yang tinggal di rumah warisan keluarga Diding Boneng. “Dibongkar total, dibangun dari nol lagi karena kondisinya sudah ambruk. Kita tata ulang supaya kamarnya lebih rapi,” kata Giman.
Renovasi rumah itu ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan dengan fokus awal pada pemasangan atap. “Target utama kami sekarang pasang atap dulu. Harapannya dalam satu bulan atap sudah terpasang supaya pekerjaan bisa terus berjalan meski hujan. Secara keseluruhan, finishing mungkin butuh waktu sekitar dua bulan,” ujar Giman.
Bantuan Mengalir dari Warga hingga Raffi Ahmad
Proses renovasi rumah Diding Boneng bisa berjalan setelah bantuan mengalir dari berbagai pihak, mulai dari warga sekitar, lembaga kemanusiaan, hingga rekan artis. Bantuan tersebut datang secara bertahap sejak proses pembongkaran rumah dilakukan. Giman menyebut, bantuan awal berasal dari lingkungan sekitar. “Alhamdulillah, bantuan mengalir. Dari wilayah kami sendiri ada Dana Amal Jumat terkumpul Rp5 juta, lalu dari kas RW Rp2 juta,” kata Giman.
Selain itu, PMI Cabang Menteng memberikan bantuan Rp1 juta, sementara Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta melalui transfer. Bantuan terbesar datang dari presenter dan pengusaha Raffi Ahmad, yang mengirimkan bantuan dana Rp50 juta. Diding Boneng sendiri mengaku terkejut karena tidak pernah memberi tahu Raffi soal musibah yang dialaminya. “Raffi Ahmad tidak janji dan saya juga tidak memberi tahu dia. Tahu-tahu dia kirim orang ke sini untuk cek kondisi rumah,” ujar Diding Boneng.
Dana tersebut pun langsung ia serahkan kepada pengurus lingkungan. “Uangnya langsung saya serahkan ke Pak RW karena beliau yang saya percaya untuk mengurus pembangunan kembali rumah ini,” kata Diding.
Derita Asma Tiga Tahun, Diding Boneng Belum Berani Kembali Syuting
Di tengah musibah robohnya rumah, Diding Boneng juga tengah berjuang dengan kondisi kesehatannya yang menurun. Aktor berusia 75 tahun ini mengungkapkan bahwa ia menderita asma sejak sekitar tiga tahun terakhir, penyakit yang sebelumnya tak pernah ia alami sepanjang hidupnya. “Iya, saya sakit sudah sekitar tiga tahun ini. Kata dokter kena asma. Padahal seumur hidup saya tidak pernah punya asma,” ujar Diding.
Diding menduga penyakit tersebut muncul akibat aktivitas syuting film yang dilakoninya beberapa tahun lalu. “Waktu itu syuting di hutan, 80 persen adegannya malam dan selalu pakai efek asap buatan. Dua judul film, total sekitar 80 hari kena asap terus,” katanya.
Kondisi kesehatan itu membuat Diding belum berani kembali ke lokasi syuting meski keinginan untuk bekerja masih besar. “Pengennya sih syuting lagi buat cari duit, hehe. Tapi sejak selesai film yang itu, saya belum berani syuting lagi karena kondisi fisik,” ujar Diding.
Kini Diding Boneng lebih banyak mengisi waktu dengan mengajar workshop teater dan berdiskusi soal seni peran.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar