Update UMK TTS 2026: Gaji Minimum Naik 5-10 Persen Jadi Rp2,6 Juta

Update UMK TTS 2026: Gaji Minimum Naik 5-10 Persen Jadi Rp2,6 Juta

Pengumuman UMK Timor Tengah Selatan Tahun 2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Timor Tengah Selatan tahun 2026 pada akhir tahun 2025. Perkiraan kenaikan upah minimum ini diperkirakan berkisar antara 5 hingga 10 persen dari besaran UMK tahun sebelumnya.

Sebelumnya, UMK Timor Tengah Selatan untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.396.696. Jika kenaikan mencapai 510 persen, maka nominal akhir UMK 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan hidup layak (KHL).

Berikut simulasi kenaikan UMK Timor Tengah Selatan untuk tahun 2026:

  • Kenaikan 5 persen
    tambahan Rp116.448
    nominal akhir Rp2.445.417

  • Kenaikan 6 persen
    tambahan Rp139.738
    nominal akhir Rp2.468.707

  • Kenaikan 7 persen
    tambahan Rp163.028
    nominal akhir Rp2.491.997

  • Kenaikan 8 persen
    tambahan Rp186.317
    nominal akhir Rp2.515.286

  • Kenaikan 9 persen
    tambahan Rp209.607
    nominal akhir Rp2.538.576

  • Kenaikan 10 persen
    tambahan Rp232.897
    nominal akhir Rp2.561.866

Riwayat UMK Timor Tengah Selatan dalam Lima Tahun Terakhir

Berdasarkan data terbaru, perkembangan UMK Timor Tengah Selatan dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut:

  • 2021 = Rp2.123.000
  • 2022 = Rp2.200.000 (naik Rp77.000 atau 3,6 persen)
  • 2023 = Rp2.250.000 (naik Rp50.000 atau 2,3 persen)
  • 2024 = Rp2.250.000 (tidak ada kenaikan)
  • 2025 = Rp2.328.969 (naik Rp78.969 atau 3,5 persen)

Dari data tersebut terlihat bahwa kenaikan UMK tidak selalu stabil setiap tahunnya. Pada tahun 2024, UMK tidak mengalami kenaikan, sementara pada tahun 2025 terjadi kenaikan yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan UMK

Kenaikan UMK tidak hanya didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan inflasi dan kebutuhan hidup layak. Hal ini bertujuan agar upah yang diberikan kepada pekerja dapat mencukupi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan situasi pasar tenaga kerja dan kondisi industri di wilayah tersebut. Dengan demikian, penyesuaian upah minimum dilakukan secara proporsional agar tidak terlalu memberatkan pengusaha namun tetap menjaga kesejahteraan pekerja.

Persiapan dan Antisipasi

Bagi para pekerja dan pengusaha di wilayah Timor Tengah Selatan, penting untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan upah minimum tahun depan. Kenaikan UMK bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja, tetapi juga bisa menjadi tantangan bagi pengusaha dalam mengatur anggaran.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha untuk memastikan bahwa penyesuaian upah minimum dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan ketidakstabilan ekonomi di daerah tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan