Drama The Dream Life of Mr Kim telah menyelesaikan episode terakhirnya beberapa minggu lalu. Drama ini dibintangi oleh Ryu Seong Ryeong sebagai Kim Nak Su, Myung Se Bin sebagai Park Ha Jin, dan Cha Kang Yoon sebagai Kim Su Gyeom.
Drama ini menceritakan kehidupan Kim Nak Su yang bekerja sebagai manajer tim di sebuah perusahaan telekomunikasi bernama ACT. Ia telah mengabdikan dirinya selama sekitar 20 tahun di perusahaan tersebut. Tentu saja, ia berharap bisa diangkat menjadi eksekutif karena pengabdiannya yang cukup lama. Di kantor, Kim Nak Su tidak begitu disukai oleh bawahan karena sikapnya yang terlihat kolot dan usianya yang sudah tua. Namun, ia tetap berusaha tidak memedulikannya. Ambisinya hanya satu, yaitu ingin menjadi eksekutif pada tahun ini. Semuanya tampak berjalan lancar, dan ia mencoba mendekati para direktur agar bisa mencapai keinginannya.
Namun, hal tersebut ternyata tidak berjalan lancar karena tiba-tiba ia dipindahkan ke kantor cabang ACT. Di sana, ia menjadi seorang manajer pabrik. Hal tersebut membuatnya shock dan terkejut. Ia tidak menyangka akan dipindahkan ke kantor cabang setelah mengabdi selama puluhan tahun. Meski tidak terima, ia tetap mencoba menjalani dengan pikiran positif dan berharap bisa kembali ke kantor pusat ACT dan menjadi eksekutif.
Ia akhirnya diminta oleh tim perusahaan pusat untuk memilih karyawan yang akan diberhentikan atau di-PHK. Pilihan tersebut sangat berat karena karyawan yang bekerja di tempat tersebut sangat bergantung pada pekerjaan tersebut. Ia tidak tega jika harus memecat sebagian dari mereka. Namun di sisi lain, ia juga ingin kembali ke kantor pusat dan mendapat jabatan. Akhirnya, Kim Nak Su memilih untuk mengundurkan diri dan berhenti dari perusahaan tersebut.
Meskipun tidak membahas tentang drama ini secara langsung, menonton The Dream Life of Mr Kim memberi banyak pelajaran tentang dunia kerja dengan segala tantangan dan lika-likunya. Saya juga belajar banyak dari tokoh Kim Nak Su yang awalnya terlihat menyebalkan namun akhirnya menemukan makna kehidupan setelah melalui berbagai hal. Berikut beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok Kim Nak Su:
Pertama, berani berdamai dengan keadaan
Siapa yang tidak kecewa setelah mengabdi bertahun-tahun namun akhirnya tidak dipilih untuk menduduki kursi eksekutif? Itulah yang dirasakan oleh Kim Nak Su. Ia sangat yakin bahwa ia akan diangkat sebagai eksekutif dan menikmati masa tuanya dengan tenang. Namun, keadaan seolah tidak berpihak kepadanya. Karena kecewa, ia akhirnya memilih untuk berhenti dan mengubur impiannya tersebut.
Di usia yang tidak lagi muda dan kehilangan pekerjaan, ia merasa hilang arah. Ia yang selama ini dihormati dan memiliki anak buah tentu merasa terkejut dengan kondisinya saat ini. Namun, ia berusaha berdamai dengan keadaan. Meski kecewa dan merasa sakit hati, ia berani untuk berdamai dengan keadaan. Beruntung, ia memiliki istri dan anak yang selalu mendukungnya. Ia pun masih merasa memiliki harapan untuk berjuang meski tidak memiliki pekerjaan tetap lagi.
Kim Nak Su berusaha berdamai dengan keadaan meski ia telah banyak dikecewakan. Berdamai dengan keadaan membuat dirinya tidak larut dalam kesedihan dan juga tidak kehilangan harapan. Di usia yang tidak lagi muda, ia tetap berusaha mencari pekerjaan dengan pengalaman yang ia miliki. Berdamai dengan keadaan memang bukan hal mudah, apalagi jika kita telah dikecewakan dan merasa dikhianati. Namun, ketika kita bisa melakukannya maka kita bisa menghadapi hal sulit dengan perasaan lebih tenang. Kita pun tidak akan larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.
Kedua, memulai hal baru di usia senja ternyata tidak masalah
Teladan yang kedua yang bisa kita ambil dari sosok Kim Nak Su adalah mencoba hal baru di usia yang tidak lagi muda ternyata bisa dilakukan. Setelah kehilangan pekerjaan, Kim Nak Su berusaha melamar pekerjaan di perusahaan lain hingga akhirnya ia bekerja di tempat cuci mobil. Tentu pekerjaan tersebut sangat berbeda dengan pekerjaannya sebelumnya. Namun, ia tidak malu dan tetap menjalaninya.
Awalnya, ia merasa harga dirinya terluka karena ia yang awalnya seorang manajer di perusahaan besar harus bekerja keras sebagai tukang cuci mobil. Namun, ia memikirkan keluarganya dan mencoba hal baru di usia yang tak lagi muda. Dan ternyata, hal tersebut bukan masalah. Meski awalnya malu, setelah menjalaninya, ia bisa menikmati pekerjaan barunya tersebut. Bahkan, ia mencoba mengikuti lelang di perusahaannya yang dulu, yaitu ACT, dan akhirnya lolos.
Dari hal tersebut, kita bisa belajar bahwa usia bukan halangan untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Meski memasuki usia senja, Kim Nak Su tidak kehilangan semangat untuk mencoba hal baru dan memulainya. Hal tersebut akhirnya mengantarkan dirinya pada pengalaman yang tidak terduga. Usia yang tidak lagi muda tidak menghalanginya untuk terus belajar. Ia mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan kinerja yang baik. Meski pekerjaan termasuk pekerjaan yang terlihat mudah, ia tetap melakukannya sepenuh hati dan memberikan yang terbaik.
Ketiga, terkadang hal yang kita anggap buruk bisa membawa kita pada hal yang begitu berharga
Satu pelajaran penting dari drama ini adalah tentang penerimaan dari keadaan yang tidak kita harapkan. Dalam hidup kita, sering kali mengalami hal yang tidak kita inginkan seperti musibah, tidak diterima kerja, atau hal menyedihkan lainnya. Seperti yang dialami oleh Kim Nak Su, ia merasa dikecewakan oleh perusahaannya dan akhirnya memilih untuk mengundurkan diri. Dari situ, ia bisa mengambil hikmah.
Ia pun bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih tenang dari sebelumnya. Dari kejadian tersebut, ia bisa melihatnya dari sisi positif sehingga bisa bertahan dan memulai dari awal. Ketika kita mendapat musibah atau hal yang tidak sesuai harapan, kita tentu merasa kecewa dan sedih. Namun, jika kita mau menerimanya dan menjalaninya, kita bisa mengambil hikmah di balik itu semua. Dari Kim Nak Su, kita bisa belajar bahwa hal yang buruk bisa membawa kita pada sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Di balik hal buruk yang sedang kita alami, ada hikmah yang tersembunyi. Jadi, jangan biarkan diri kita larut dalam rasa sedih atau terpuruk yang berkepanjangan. Jika kita mau menerima dan menjalaninya, kita akan menemukan hal yang tidak terduga di ujung perjalanan kita.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar