Uya Kuya Lulus Magister Hukum Unissula


berita.CO.ID, SEMARANG,
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sekaligus selebritas, Uya Kuya, berhasil meraih gelar magister hukum setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Uya Kuya diwisuda pada Jumat dengan mencatatkan IPK 3,72.

Dalam proses menyelesaikan studinya, Uya Kuya mengubah judul tesisnya menjadi "Analisis Hukum terhadap Penyebaran Berita Bohong di Sosial Media Berbasis Keadilan Pancasila". Perubahan ini dilakukan karena pengalaman pribadi Uya yang rumahnya menjadi korban penjarahan akibat informasi tidak bertanggung jawab di media sosial.

Uya berharap bahwa sebagai lulusan magister hukum, ia tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga dapat mengaplikasikannya untuk kepentingan masyarakat. "Harapannya kita tidak hanya pintar secara teori saja, tapi kita juga bisa mengaplikasikan ini untuk masyarakat dan bermanfaat buat masyarakat," ungkapnya.

Apresiasi dan Pengakuan

Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof. Jawade Hafidz, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota legislatif dan artis seperti Uya Kuya untuk menimba ilmu di Unissula. Menurutnya, kehadiran banyak pejabat yang melanjutkan pendidikan di Unissula menunjukkan bahwa kampus ini diminati oleh masyarakat.

"Kami berusaha mewarnai, bahkan mempengaruhi pemikiran para petinggi-petinggi, penyelenggara negara bahwa hukum itu juga harus tajam ke atas. Jangan hanya tajam ke bawah," tegas Prof. Jawade.

Proses Wisuda

Pada acara pelepasan tersebut, sebanyak 431 lulusan diwisuda, terdiri dari:

  • 125 lulusan sarjana ilmu hukum (S1)
  • 54 magister kenotariatan (MKH)
  • 229 magister ilmu hukum (MIH)
  • 23 doktor PDIH

Proses wisuda ini menjadi momen penting bagi seluruh peserta, termasuk Uya Kuya, yang telah membuktikan bahwa pendidikan tinggi bisa diakses oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dan figur publik.

Peran Pendidikan dalam Membentuk Kepemimpinan

Prof. Jawade Hafidz menegaskan bahwa pendidikan hukum tidak hanya tentang teori, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut bisa digunakan untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan politik. Ia menilai bahwa kehadiran para tokoh seperti Uya Kuya di lingkungan akademik memberikan dampak positif dalam memperkuat kesadaran akan pentingnya hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kehadiran mereka di kampus adalah bentuk komitmen untuk memperkuat sistem hukum di Indonesia. Mereka bisa menjadi contoh bahwa pendidikan tinggi tidak hanya untuk akademisi, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin berkontribusi dalam pembangunan bangsa," ujarnya.

Harapan untuk Masa Depan

Uya Kuya mengatakan bahwa gelar magister hukum yang diraihnya adalah langkah awal dalam perjalanan panjang untuk berkontribusi lebih besar dalam dunia hukum dan masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar bisa menjadi lebih bermanfaat bagi sesama.

"Kami berharap bahwa ilmu yang kami peroleh bisa menjadi bekal untuk menghadapi tantangan masa depan, baik dalam bidang hukum maupun dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Kesimpulan

Pencapaian Uya Kuya dalam meraih gelar magister hukum menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan tinggi meskipun memiliki latar belakang berbeda. Dengan kombinasi antara pengalaman hidup, kepedulian terhadap isu sosial, dan dedikasi terhadap pendidikan, Uya Kuya menunjukkan bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan