
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mendapatkan dukungan dari sponsor internasional sebelum memulai kiprahnya di ajang Moto3 2026.
Veda Ega Pratama menjadi salah satu talenta muda yang menarik perhatian menjelang bergulirnya kategori Moto3, yaitu kelas motor teringan dalam kompetisi MotoGP.
Pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini telah membuktikan kemampuannya melalui berbagai ajang balap kelas kadet. Ia berhasil meraih gelar juara Asia Talent Cup dan menjadi runner-up dalam MotoGP Rookies Cup.
Kesuksesan Veda dalam menembus tiga besar klasemen akhir Rookies Cup membuatnya berhak tampil di Moto3 lebih cepat dari batas usia minimal pembalap, yaitu 18 tahun.

Masih dalam momen pergantian tahun, Veda mengumumkan salah satu sponsornya untuk musim 2026.
Ia akan bekerja sama dengan produsen helm ternama asal Jepang, Arai. Arai dikenal sebagai merek helm yang memiliki reputasi kuat dalam dunia balap motor.
Di ajang MotoGP, Arai telah menjadi mitra bagi beberapa pembalap hebat seperti Ai Ogura, Maverick Vinales, serta legenda seperti Dani Pedrosa, mendiang Nicky Hayden, dan Kevin Schwantz.
Dari Indonesia sendiri, Arai juga telah bekerja sama dengan pembalap Moto2, Mario Suryo Aji, hingga juara World Supersport 300, Aldi Satya Mahendra.
Sebelumnya, Veda menggunakan helm dari KYT saat berlaga di JuniorGP dan dari HJC ketika tampil di Red Bull Rookies Cup.
"Kami sangat bangga menyambut Veda Ega Pratama untuk bergabung dengan Arai Indonesia," tulis akun media sosial Arai Indonesia.
"Langkah baru ini dimulai bersama pembalap muda berbakat yang penuh determinasi, semangat, dan visi ke depan."
"Kami percaya kolaborasi ini akan membawa energi positif serta pencapaian baru, baik di dalam maupun di luar lintasan."
"Selamat datang di keluarga Arai Indonesia, Veda Ega. Mari melaju bersama dan mengejar pencapaian-pencapaian baru."
Dalam dunia balap motor, para pembalap sering kali menjadi wajah dari merek-merek perlengkapan berkendara.
Menurut data dari Athelo Group, MotoGP menarik perhatian audiens yang berbasis komunitas dan mengutamakan performa.
Perlengkapan seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu balap bisa diakses oleh publik.
Keterikatan personal antara pembalap dan merek menjadi ciri khas dari model bisnis sponsorship di MotoGP, bahkan hingga tingkat motor yang digunakan untuk berlomba.
Untuk bisa terlibat dalam MotoGP, merek-merek harus memenuhi syarat-syarat khusus.
Meskipun begitu, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat risiko besar yang dihadapi para pembalap.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar