Pemerintah Venezuela menyampaikan pernyataan resmi yang mengecam dan mengutuk serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap beberapa wilayah penting seperti ibu kota Caracas, serta provinsi Miranda, Aragua, dan La Guaira. Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar Piagam PBB, khususnya Pasal 1 dan Pasal 2 yang menjunjung tinggi kedaulatan negara, kesetaraan hukum antar-negara, serta larangan penggunaan kekuatan.
Serangan ini dinilai sebagai ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas internasional, terutama di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Selain itu, tindakan tersebut juga membahayakan nyawa jutaan penduduk di berbagai wilayah. Pernyataan ini dirujuk dari keterangan pers Kedutaan Besar Venezuela di Indonesia, yang dikeluarkan pada hari Sabtu (3/1).
Pemerintah Venezuela menilai bahwa tujuan utama dari serangan AS adalah untuk merebut sumber daya strategis negara tersebut, terutama minyak dan mineral. Hal ini dilakukan sebagai upaya memaksakan penghancuran kemerdekaan politik Venezuela. Namun, pemerintah menegaskan bahwa usaha tersebut tidak akan berhasil.
"Setelah lebih dari 200 tahun merdeka, rakyat dan pemerintah sah Venezuela tetap teguh dalam mempertahankan kedaulatan serta hak yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri," demikian pernyataan resmi pemerintah Venezuela.
Selain itu, pemerintah juga meminta seluruh kekuatan sosial dan politik untuk segera mengaktifkan rencana mobilisasi guna menolak serangan AS. Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian telah dikerahkan dalam persatuan sempurna antara rakyat, militer, dan polisi untuk memastikan kedaulatan dan perdamaian negara.
Dalam rangka menuntut kecaman dan pertanggungjawaban pemerintah Amerika Serikat, Diplomasi Perdamaian Bolivarian akan mengajukan pengaduan yang diperlukan ke berbagai lembaga internasional. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), serta Gerakan Non-Blok (GNB). Dengan langkah-langkah ini, Venezuela berharap mendapatkan dukungan internasional dalam menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung.
Beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah Venezuela mencerminkan komitmen mereka untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional. Tindakan-tindakan ini juga menunjukkan bahwa Venezuela tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan eksternal, terlepas dari besarnya ancaman yang dihadapi.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat internasional untuk tetap waspada dan memberikan dukungan yang sesuai kepada negara-negara yang sedang menghadapi ancaman serupa. Selain itu, dialog dan diplomasi harus menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan konflik antar-negara.
Pemerintah Venezuela juga berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, baik di kawasan maupun di luar kawasan, guna membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan menjaga perdamaian global. Dengan demikian, harapan besar ditempatkan pada upaya-upaya diplomasi untuk menciptakan lingkungan yang damai dan stabil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar