Video intimidasi viral, Dedi Mulyadi ajak aparat desa tidak takut kritik

Kepala Daerah Meminta Rekonsiliasi Pasca-Viralnya Video Intimidasi

GARUT, nurulamin.pro
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau kepada Kepala Desa Panggalih, aparat desa, serta masyarakat setempat untuk segera melakukan rekonsiliasi pasca-viralnya video yang menunjukkan aksi intimidasi terhadap seorang konten kreator oleh keluarga Kades Panggalih, Kecamatan Cisewu, Garut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dedi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Sabtu (3/1/2026) sore. Dalam unggahannya, ia membagikan rekaman video aksi intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga Kades Panggalih terhadap Holis Muhlisin, diikuti dengan pesan imbauannya.

"Saya minta kepada jajaran kepala desa dan masyarakat yang ada di sana lakukan rekonsiliasi, lakukan perbaikan pembangunan," tegas Dedi dalam unggahan tersebut.

Sikap Terhadap Kritik

Dedi juga menyampaikan pandangan penting tentang bagaimana para aparat pemerintah harus merespons kritik. Ia menekankan bahwa dalam era informasi yang terbuka, kritik terhadap kualitas pembangunan harus diterima dengan lapang dada dan diikuti dengan perbaikan.

"Sudah bukan musimnya lagi kita antikritik dan kita mencaci maki orang yang mengkritik kita," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin harus bisa bertahan terhadap caci maki, karena hal tersebut bisa menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi. Dedi memastikan bahwa aparat desa, mulai dari kepala desa hingga Ketua RT, tidak boleh melakukan intimidasi terhadap warga.

"Manakala ada orang yang melakukan kritik, memposting pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, rumah rakyat miskin tidak ada yang peduli, jangan pernah melakukan intimidasi pengancaman," tegasnya.

Tindakan Konkret dari Pemimpin

Selain itu, Dedi juga meminta Bupati Garut Abdusy Syakur Amin untuk segera menangani kasus video viral tersebut dan mencegah terjadinya intimidasi terhadap tindakan otokratik. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," katanya.

Langkah yang Harus Dilakukan

Dedi menegaskan bahwa sebagai pemimpin, perlu adanya kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni dan keadilan dalam pemerintahan. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan:

  • Rekonsiliasi
    Masyarakat dan aparat desa harus bekerja sama untuk menyelesaikan konflik yang muncul akibat video tersebut. Ini penting untuk menjaga hubungan yang baik antara pemerintah dan warga.

  • Transparansi Pembangunan
    Seluruh proses pembangunan harus dilakukan secara transparan agar masyarakat dapat memantau dan memberikan masukan jika diperlukan.

  • Penanganan Kritik dengan Bijak
    Setiap kritik yang datang harus dianggap sebagai bentuk masukan untuk perbaikan. Tidak boleh ada sikap anti-kritik yang berujung pada intimidasi atau ancaman.

  • Peningkatan Komunikasi
    Pemerintah desa perlu meningkatkan komunikasi dengan warga, sehingga potensi konflik dapat diminimalkan sejak awal.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari progres pembangunan, tetapi juga dari kemampuan pemimpin dalam mengelola konflik dan menerima kritik dengan bijak. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dapat kembali terbangun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan