Viktor Axelsen Kembali Berlatih, Bawa Harapan Tunggal Malaysia Pasca Cedera Parah


Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Ng Tze Yong, menunjukkan perkembangan yang positif setelah menjalani operasi Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada Juli lalu. Diperkirakan, ia akan kembali berlaga pada tahun 2026.

Harapan baru muncul bagi tunggal putra Malaysia di pelatnas mereka dengan kembalinya Ng Tze Yong yang telah mengikuti latihan. Sebelumnya, Tze Yong merupakan salah satu pebulutangkis terbaik kedua di bawah Lee Zii Jia. Di pelatnas Malaysia, dia juga menjadi pemain terbaik di sektornya.

Salah satu prestasi yang patut diingat dari Tze Yong adalah ketika berhasil mengalahkan Viktor Axelsen di panggung besar All England Open 2023. Ia menaklukkan sang juara Olimpiade dua kali itu di babak 16 besar dengan skor 21-15, 9-21, 23-21. Sejak saat itu, Tze Yong menjadi harapan baru bagi tunggal putra Malaysia.

Namun, cedera serius menghampiri dirinya. Mulai dari cedera tulang belakang hingga terkini adalah cedera ACL. Cedera paling parah ini membuatnya absen selama nyaris satu tahun setelah menjalani operasi di Spanyol.

Kini, ada kabar baik yang menghampiri bulu tangkis Negeri Jiran karena Tze Yong sudah mulai berlatih ringan di lapangan. Direktur Kepelatihan Tunggal BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), Kenneth Jonassen, menyatakan bahwa meskipun progres Tze Yong terlihat menjanjikan, ia tidak akan terburu-buru memasukkannya ke program penuh.

"Tze Yong telah melakukan pekerjaan luar biasa dan sudah menjalani beberapa sesi keterampilan," ujar Jonassen dikutip dari New Straits Times.

"Sesi ini telah berlangsung setidaknya dua hingga tiga bulan. Langkah berikutnya adalah latihan berkelanjutan yang benar-benar akan menguji lututnya," tambah pelatih asal Denmark ini.

Jonassen menambahkan, keputusan untuk meningkatkan intensitas latihan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan medis.

"Namun, progresnya tetap bergantung pada tes yang harus dijalani. Setelah kami menerima hasil positif dari tes tersebut, kami bisa melangkah lebih jauh."

"Kami harus mendengarkan saran para ahli mengenai kemampuannya. Masih ada satu atau dua tes lagi sebelum membuat keputusan. Dengan cedera seperti ini, kami tidak bisa terburu-buru. Kami harus melihat bagaimana lututnya merespons dari hari ke hari," jelasnya.

Cedera ACL ini dialami Tze Yong saat tampil di Malaysia Masters pada Mei 2025, hanya beberapa bulan setelah ia kembali dari masa pemulihan panjang akibat dua operasi punggung yang membuatnya absen selama 13 bulan.

Situasi ini membuat Jonassen semakin berhati-hati dalam mengatur langkah pemulihan sang pemain.

Saat ini, Tze Yong menempati peringkat 207 dunia. Ia harus kembali membangun karier melalui turnamen International Challenge, setelah peringkat terlindung enam bulan yang sempat memberinya akses ke turnamen level Super 500 dan di atasnya (Super 750, Super 1000), sudah berakhir pada September lalu.

Meski belum ada jadwal pasti, Jonassen optimistis Tze Yong dapat segera kembali ke rutinitas latihan harian. Fokus utama tim pelatih adalah memastikan kondisi lututnya benar-benar siap sebelum ia kembali ke kompetisi internasional.

Dengan semangat dan kerja keras yang ditunjukkan, perjalanan comeback Tze Yong menjadi sorotan, sekaligus bukti keteguhan mental seorang atlet yang berjuang melewati serangkaian cedera serius.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan