
Ringkasan Berita:1 Viktor Gyokeres kesulitan di Arsenal. Gabriel Jesus bangkit dan disebut mirip Ian Wright, sementara Arteta mulai mengubah hierarki striker.
2 Gyokeres belum tajam meski bernilai Rp1,3 triliun. Gabriel Jesus tampil meyakinkan dan berpeluang jadi striker utama Arsenal.
3 Arsenal tetap kompetitif tanpa Gyokeres optimal. Kebangkitan Gabriel Jesus dan kegagalan merekrut Kenan Yildiz jadi sorotan.
nurulamin.pro - Arsenal kembali berada di jalur persaingan gelar, tetapi kisah di balik layar lini depan mereka justru penuh ironi.
Viktor Gyokeres, striker mahal yang dibeli untuk mengakhiri kutukan nomor sembilan, justru tampak kehilangan sentuhan terbaiknya.
Di sisi lain, Gabriel Jesus yang sempat dianggap selesai, perlahan bangkit dan kembali merebut hati publik Emirates.
Mikel Arteta kini dihadapkan pada dilema klasik pelatih besar: mempertahankan investasi mahal atau mengikuti momentum pemain yang sedang panas.
Gyokeres: Mahal, Keras, Tapi Masih Mandek
Datang dengan banderol £63,5 juta atau sekitar Rp1,3 triliun, Viktor Gyokeres diproyeksikan sebagai mesin gol Arsenal.
Reputasinya di Sporting CP tak main-main: 97 gol dari 102 laga. Namun Premier League bukan Liga Portugal, dan Gyokeres mulai merasakan kerasnya adaptasi.
Peluang emas yang terbuang melawan Aston Villa dan Brighton menjadi simbol masalahnya: kepercayaan diri goyah, sentuhan akhir tak lagi tajam.
Statistik Viktor Gyokeres Musim Ini (Liga Inggris)
Pemain Main Gol Tembakan per Laga xG
- Viktor Gyokeres 17 5 2.6 6.1
Sumber: Opta, Transfermarkt
Angka tersebut tidak buruk, tetapi jauh dari ekspektasi striker utama tim kandidat juara.
Perbandingan dengan Striker Baru Premier League
Pemain Klub Main Gol
- Hugo Ekitike Liverpool 18 8
- Nick Woltemade Newcastle 16 7
- Dominic Calvert-Lewin Leeds 17 8
- Viktor Gyokeres Arsenal 17 5
- Joao Pedro Chelsea 19 6
- Liam Delap Chelsea 10 0
Sumber: Squawka, Opta
Gyokeres bukan yang terburuk, tetapi juga jauh dari pembeda.
Gabriel Jesus Bangkit, Ingatkan Arsenal pada Ian Wright
Ketika Gyokeres melempem, Gabriel Jesus justru muncul sebagai kejutan.
Setelah hampir setahun dibekap cedera, pemain Brasil itu kembali dengan agresivitas, kreativitas, dan naluri gol yang sempat hilang.
Golnya ke gawang Aston Villa menjadi penanda kebangkitan. Nigel Winterburn bahkan menyebut Jesus “mirip Ian Wright”, legenda Arsenal dengan 185 gol.
Statistik Gabriel Jesus (Musim Ini)
Pemain Main Gol Assist
- Gabriel Jesus 14 6 4
Sumber: Opta
Bukan hanya angka, tetapi gaya bermainnya menghidupkan lini depan. Pergerakannya membuka ruang, pressing-nya agresif, dan finishing-nya kini kembali dingin.
Kai Havertz dan Persaingan Nomor Sembilan
Kai Havertz sejatinya masih menjadi favorit Arteta jika fit. Dalam dua musim terakhir, pemain Jerman itu mencetak 22 gol liga.
Namun kebugarannya yang belum stabil membuat Arteta harus realistis.
Kini Arsenal punya tiga opsi: Gyokeres, Havertz, dan Jesus. Dari ketiganya, hanya Jesus yang sedang menanjak.
Arsenal Gagal Kejar Kenan Yildiz
Di luar lapangan, Arsenal juga menerima pukulan. Target jangka panjang mereka, Kenan Yildiz, dipastikan bertahan di Juventus.
Juventus menyodorkan kontrak baru dengan gaji naik drastis dari €1,5 juta menjadi €6 juta per tahun, setara Rp104 miliar per musim.
Arsenal, Chelsea, dan Liverpool pun gigit jari.
Statistik Kenan Yildiz 2025
Pemain Gol Assist Total Kontribusi
- Kenan Yildiz 13 8 21
Sumber: WhoScored
Kegagalan ini membuat Arsenal semakin bergantung pada stok internal mereka.
Dampak ke Perburuan Gelar
Ironisnya, Arsenal justru tetap kompetitif meski Gyokeres belum optimal. Ini menegaskan satu hal: Arteta tidak butuh striker mahal untuk menang, tetapi striker yang tepat.
Jika Jesus mampu menjaga konsistensi, Gyokeres bisa terdepak dari status starter lebih cepat dari yang dibayangkan.
ARTETA HARUS BERANI, BUKAN TERIKAT HARGA
Sepak bola tidak mengenal belas kasihan pada harga. Gyokeres dibeli mahal, tetapi Arsenal bukan lembaga sosial.
Jika Jesus lebih hidupkan permainan, maka dialah yang harus bermain.
Ian Wright bukan legenda karena harga, tetapi karena gol. Gabriel Jesus kini berada di persimpangan yang sama.
Jika ia terus konsisten, sejarah bisa berulang.
Arteta diuji bukan soal taktik, melainkan keberanian mengambil keputusan pahit.
(nurulamin.pro)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar