Viral! Siswa TK Bima Sakit Usai Makan MBG Diduga Basi, Kepala Sekolah Laporkan ke Dikpora

Viral! Siswa TK Bima Sakit Usai Makan MBG Diduga Basi, Kepala Sekolah Laporkan ke Dikpora

Video Makanan Bergizi Gratis yang Diduga Basi Viral di Media Sosial

Sebuah video yang menunjukkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi diduga basi dan berbau amis viral di media sosial Facebook. Makanan tersebut diketahui dibagikan kepada siswa TK Negeri Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Kepala TK Negeri Naru, Efi Ernawati, membenarkan bahwa menu MBG yang diterima sekolahnya pada Jumat (12/12) memang memiliki aroma tidak sedap. Menurutnya, beberapa siswa bahkan mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG basi tersebut.

Sudah setengah yang makan, ada yang lapor sakit perut, kata Efi saat dikonfirmasi.

Mendapat laporan dari anak didiknya, Efi langsung melakukan pengecekan terhadap menu MBG yang disalurkan pagi tadi. Ia memastikan makanan tersebut mengeluarkan bau amis dan terindikasi sudah basi. Mengetahui kondisi itu, pihak sekolah segera mengimbau seluruh siswa untuk menghentikan mengonsumsi makanan tersebut.

Sudah dibuang, dan sampelnya kita bawa untuk dilaporkan ke Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Sebelumnya saya juga cek ke SDN Tente yang berada di samping memang benar ada yang basi, ujarnya.

Efi menjelaskan bahwa menu MBG diketahui berupa nasi goreng, namun secara tampilan dianggap tidak sesuai standar. Ia menyebut, menu tersebut justru tampak seperti nasi putih biasa.

Bukan seperti nasi goreng, tapi kelihatan nasi putih, ungkapnya.

Efi berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Naru yang bertanggung jawab atas penyediaan MBG agar tidak terus menerus menyalurkan menu berbasis nasi setiap hari. Ia mengusulkan agar pada hari Jumat dan Sabtu anak-anak diberikan alternatif seperti buah, roti, dan susu.

Itu juga permintaan Anak-anak, tegasnya.

Penyebab dan Tindakan yang Diambil

Dalam kejadian ini, muncul pertanyaan tentang proses distribusi dan pengawasan terhadap MBG. Apakah ada kesalahan dalam proses pengolahan atau penyimpanan makanan sebelum diserahkan ke sekolah? Selain itu, bagaimana tanggung jawab dari pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut?

Pihak sekolah telah mengambil langkah cepat dengan membuang makanan yang diduga basi dan membawa sampelnya ke Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat peduli terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

Namun, penting untuk dilakukan investigasi lebih lanjut terkait asal usul makanan tersebut. Apakah ada pelanggaran prosedur dalam penyediaan makanan? Apakah ada pihak lain yang terlibat dalam distribusi MBG?

Rekomendasi dan Harapan

Efi menyarankan agar sistem distribusi MBG dapat diubah. Ia menilai bahwa memberikan menu berbasis nasi setiap hari tidak cukup bervariasi dan kurang memperhatikan kebutuhan nutrisi anak-anak. Dengan adanya variasi menu, seperti buah, roti, dan susu, anak-anak akan mendapatkan gizi yang lebih lengkap.

Selain itu, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap penyedia layanan MBG. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa makanan yang disalurkan memenuhi standar kesehatan dan aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Tindak Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dikpora Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Namun, masyarakat dan pihak sekolah berharap agar masalah ini segera ditangani dengan segera dan transparan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan