Virus ASF Menghancurkan Ratusan Babi di Sanggau

Virus ASF Menghancurkan Ratusan Babi di Sanggau

Kematian Mendadak Puluhan Ekor Babi di Kabupaten Sanggau

Beberapa waktu lalu, terjadi kejadian kematian mendadak pada puluhan ekor babi di wilayah Kabupaten Sanggau. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak dan pihak terkait. Menurut informasi yang diperoleh, sejumlah ternak babi yang diberikan melalui bantuan APBD Provinsi dan Kabupaten Sanggau mengalami kematian dalam jumlah yang cukup besar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Ambius Anton, mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari total bantuan ternak babi yang diberikan kepada masyarakat, banyak di antaranya yang mati secara tiba-tiba.

"Untuk bantuan ternak babi dari APBD Provinsi untuk wilayah Kecamatan Entikong, ada 34 ekor. Sayangnya, 28 ekor di antaranya mati, sementara hanya tersisa 6 ekor. Sementara itu, bantuan dari APBD Kabupaten Sanggau untuk wilayah Bonti berjumlah 20 ekor, 4 di antaranya mati, dan sisanya 16 ekor. Di Sekayam, ternak babi milik masyarakat sebanyak 20 ekor, 1 di antaranya mati, dan tersisa 19 ekor," jelas Ambius Anton.

Ia juga menyebutkan bahwa penyebab kematian babi tersebut masih dalam proses investigasi. Meskipun secara klinis mengarah pada virus African Swine Fever (ASF), hasil uji PCR menunjukkan bahwa tidak ada indikasi positif ASF.

"Secara klinis, gejala yang muncul menyerupai ASF, namun setelah dilakukan uji laboratorium dengan metode PCR, hasilnya negatif ASF," tambahnya.

Anton menegaskan bahwa pihak Disbunnak sedang berupaya keras untuk mencegah penyebaran penyakit yang belum terdeteksi ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pemberian disinfektan pada area tempat ternak babi tinggal.

"Sayangnya, vaksin untuk penyakit ini masih terbatas. Oleh karena itu, upaya yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan memperketat kebersihan lingkungan dan pemberian disinfektan," ujar Anton.

Selain itu, pihak Disbunnak juga sedang memantau perkembangan kondisi ternak babi di wilayah lain untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit yang sama. Mereka juga berharap agar para peternak dapat lebih waspada dan segera melaporkan kejadian kematian mendadak pada ternak mereka.

Upaya Pencegahan dan Penanganan

Berikut beberapa langkah yang sedang dilakukan oleh Disbunnak Kabupaten Sanggau untuk mencegah penyebaran penyakit:

  • Pemantauan intensif: Petugas akan melakukan survei berkala untuk memastikan kondisi ternak babi di seluruh wilayah.
  • Peningkatan kesadaran peternak: Disbunnak akan memberikan edukasi kepada peternak tentang cara merawat ternak dan mengenali gejala penyakit.
  • Penggunaan disinfektan: Area tempat ternak babi tinggal akan rutin dibersihkan menggunakan bahan disinfektan.
  • Koordinasi dengan instansi terkait: Pihak Disbunnak akan bekerja sama dengan lembaga kesehatan hewan dan dinas terkait untuk mempercepat penanganan kasus ini.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko kematian babi di masa depan dan menjaga stabilitas sektor peternakan di Kabupaten Sanggau.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan