
Peran Desa Sadar Kerukunan dalam Membangun Harmoni Sosial
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., menekankan pentingnya penguatan Desa Sadar Kerukunan (DSK) sebagai model harmoni sosial Indonesia di hadapan dunia. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Aula Kantor Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Rabu (10/12/2025).
Rapat FKUB tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, pimpinan OPD, Dewan Penasehat, pengurus dan anggota FKUB, Pj Kepala Desa Naitimu, Babinkamtibmas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Peran Strategis PKUB dan FKUB
Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves menyoroti peran strategis Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama yang dibentuk pada 2001 sebagai respon atas berbagai konflik sosial bernuansa keagamaan. Menurutnya, kerja-kerja PKUB dan FKUB kini harus melampaui fungsi menjaga kerukunan, tetapi juga menampilkan praktik-praktik baik tersebut ke panggung global.
“Indonesia berdiri sebagai oase harmoni. Ini menjadikan desa sebagai titik paling otentik untuk membangun dan memelihara kerukunan,” ujar Wabup Vicente.
Program DSK yang Dirancang sebagai Model Hidup Berdampingan
Ia menjelaskan, program Desa Sadar Kerukunan (DSK) yang dijalankan Kemenag sejak 2016 dirancang sebagai model hidup berdampingan yang dapat direplikasi dan dipresentasikan di tingkat nasional maupun internasional. Dengan penetapan Desa Naitimu pada Desember 2025, jumlah DSK di Provinsi NTT kini mencapai 13 desa.
Meski Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) menunjukkan peningkatan dari 73,09 pada 2022 menjadi 76,47 pada 2024, Wabup Vicente menilai masih banyak tantangan yang harus diatasi. Ia menyebut sejumlah persoalan, seperti DSK yang masih sebatas administratif tanpa aktivitas substantif, keterbatasan regulasi PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, serta minimnya insentif dan pelatihan bagi aparatur desa.
“Usulan kami adalah penting bagi Pemda menyediakan mekanisme insentif dan pelatihan serta menjadikan DSK bagian dari RPJMD dan RPJMDes,” tegasnya.
Strategi Ekspansi Narasi DSK Melalui Platform Digital
Wabup Vicente juga menawarkan strategi ekspansi narasi DSK melalui platform digital. Ia mendorong kolaborasi dengan content creator dan influencer lintas iman untuk mempromosikan wajah kerukunan dari desa-desa di Belu.
Selain itu, ia mengajak FKUB memprioritaskan program-program strategis, antara lain temu gagasan lintas iman, pertukaran kultural, serta penguatan ekoteologi. Ia menekankan bahwa gerakan penghijauan perlu menjadi agenda rutin dan terencana, terutama memasuki musim hujan.
“Penanaman kembali pohon-pohon di sumber-sumber mata air dan tempat-tempat strategis lainnya hendaknya menjadi suatu keharusan yang perlu dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.
DSK sebagai Desain Besar untuk Membangun Wajah Indonesia yang Damai
Ia juga menegaskan DSK harus menjadi desain besar untuk menghadirkan wajah Indonesia yang damai dan bermartabat sebuah kerukunan yang tumbuh dari desa dan menjadi teladan praksis bagi dunia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar