
Perayaan Natal 2025 di Nabire Digelar dengan Lomba Paduan Suara dan Vokal Grup Gerejawi
Polres Nabire menyelenggarakan lomba paduan suara dan vokal grup gerejawi dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025. Acara ini berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa pada hari Kamis, 11 Desember 2025. Tujuan dari lomba tersebut adalah memberikan ruang bagi umat Kristen untuk memuji Tuhan sekaligus menciptakan kedamaian di wilayah Nabire, Papua Tengah.
Lomba ini diikuti oleh sepuluh grup yang terdiri dari lima regu vokal grup dan lima grup paduan suara. Setiap peserta menunjukkan bakat mereka melalui penyanyian lagu-lagu rohani yang penuh makna. Acara ini menjadi momen penting bagi komunitas kristiani di Nabire untuk mengekspresikan iman mereka melalui musik.
Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan lomba ini. Menurutnya, acara ini menjadi ruang yang baik bagi umat kristiani di Nabire untuk memuji Tuhan menjelang perayaan Natal.
"Kami berharap lomba yang sama seperti ini dapat terus digelar di masa depan dengan jumlah peserta yang lebih banyak," ujar Burhanuddin. Ia juga berharap kegiatan serupa bisa menjadi ajang pengembangan bakat dan memperkuat persatuan antar komunitas.
Sementara itu, Kapolda Papua, Brigjen Pol Alfred Papare, menekankan bahwa inti dari lomba ini adalah pujian kepada Tuhan. Meskipun jumlah peserta terbatas, ia mengatakan bahwa hal itu bukan menjadi kendala.
"Jadi sedikit atau banyak, kita tetap memuji Tuhan," kata Brigjen. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memuji Tuhan, maka akan tercipta kedamaian di tengah masyarakat.
"Karena hal ini akan membawa damai sejahtera di Kota Nabire," tambahnya. Ia percaya bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi keharmonisan masyarakat.
Peran Musik dalam Memperkuat Persatuan
Musik memiliki peran penting dalam memperkuat ikatan antar komunitas, terutama dalam konteks agama. Dalam acara lomba paduan suara dan vokal grup gerejawi, setiap peserta tidak hanya menunjukkan bakat mereka, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan spiritual yang mendalam. Lagu-lagu yang dinyanyikan sering kali mengandung nilai-nilai keimanan, harapan, dan cinta kasih.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk belajar tentang kerja sama dan kedisiplinan. Proses pembelajaran ini tidak hanya terjadi selama lomba, tetapi juga dalam persiapan sebelumnya. Para peserta harus berlatih secara intensif agar dapat tampil maksimal di hadapan juri dan penonton.
Selain itu, lomba ini juga menjadi ajang promosi budaya lokal. Banyak dari lagu-lagu yang dinyanyikan mengandung unsur-unsur tradisional yang mencerminkan identitas masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa iman dan budaya bisa berkembang bersamaan tanpa saling bertentangan.
Masa Depan Lembaga Keagamaan
Dengan adanya acara seperti ini, lembaga keagamaan di Nabire diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kehadiran para pemimpin daerah seperti Wakil Bupati dan Kapolda juga menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dan harmoni.
Masa depan lomba ini sangat menjanjikan. Jika terus dilakukan dengan semangat dan komitmen, lomba ini bisa menjadi salah satu agenda rutin yang diikuti oleh banyak kelompok. Dengan demikian, masyarakat Nabire akan semakin sadar akan pentingnya keberagaman dan toleransi dalam kehidupan sosial.
Kesimpulan
Lomba paduan suara dan vokal grup gerejawi di Nabire merupakan contoh nyata dari upaya masyarakat dalam menyampaikan iman mereka melalui seni. Acara ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai spiritual. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar