
Polemik Kasus Napak Tilas di Kalimantan Barat
Sebuah kasus yang sedang ramai dibicarakan, yaitu kasus napak tilas, kini mulai menemukan titik terang. Berbagai opini yang sebelumnya muncul dan terkesan ingin mengaburkan peran pelaku utama dalam kegiatan ini, kini semakin jelas. Inisiator kegiatan, Martin Rantan, serta eksekutor kegiatan, Ketua Panitia Gusti Kamboja, mulai terlihat perannya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Wakil Bendahara I dari panitia napak tilas, Susilo Aheng, mengungkap bahwa dirinya pernah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Kajati Kalbar beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa tidak sampai 10 menit ia diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan fakta bahwa memang ia dijadikan sebagai panitia mewakili pihak luar dinas, namun selama kegiatan berlangsung, ia tidak pernah dilibatkan. Ia menyebutkan bahwa dirinya hanya menjadi nama saja yang tercantum dalam surat keputusan (SK) tersebut.
Aheng menceritakan bahwa dirinya pernah ikut tiga kali rapat, yakni pertama kali pembentukan panitia di kantor Bupati, kemudian rapat di gedung Pancasila, dan rapat kembali di Bappeda membahas anggaran APBD untuk kegiatan napak tilas sekitar 12 miliar. Setelah itu, ia sama sekali tidak lagi dilibatkan hingga acara selesai.
Menurut Aheng, sebagai panitia dengan jabatan strategis, dirinya seharusnya diberi informasi mengenai pemasukan anggaran dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Namun faktanya, ia hanya mendapat satu pasang baju panitia.
Banyak nama-nama di SK itu hanya digunakan sebagai keterwakilan karena kebetulan ini adalah kegiatan besar daerah. Faktanya, yang bekerja itu hanya mereka yang menjadi ketua panitia pelaksana. Kami tidak dilibatkan sama sekali, jelasnya.
Termasuk dalam struktur panitia, nama-nama seperti Forkopimda dan Sekda saat itu juga masuk, tetapi hanya sebagai formalitas. Menurut Aheng, tidak mungkin Forkopimda aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut, apalagi Sekda yang jarang berada di tempat karena sedang mengikuti pelatihan di luar daerah.
Aheng menjelaskan bahwa yang mengeksekusi semua hal tersebut adalah ketua panitia atas arahan Bupati lama. Misalnya, proposal permohonan bantuan dana ke perusahaan itu dibuat dan ditandatangani oleh ketua panitia, dibantu oleh surat rekomendasi dari Martin Rantan. Tidak ada keterlibatan Forkopimda atau Sekda dalam hal tersebut.
Ironisnya, menurut Aheng, tidak hanya dirinya yang tidak dilibatkan, tetapi juga ketika ia meminta dilaksanakan rapat pembubaran panitia dan pelaporan pertanggung jawaban mengenai dana masuk dan keluar kegiatan napak tilas.
Saya sudah mengajak pembubaran panitia dan sekalian laporan pertanggung jawaban ketua panitia, tetapi tidak dihiraukan. Sampai sekarang, tidak ada pelaporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran oleh ketua panitia, padahal proposal ke pihak ketiga dibuat dan dijalankan oleh ketua panitia atas rekomendasi Bupati Martin saat itu, jelasnya.
Aheng mengaku tidak mengetahui pasti dana dari perusahaan masuk ke rekening siapa. Namun ia menegaskan bahwa pengurusan proposal dilakukan langsung oleh ketua panitia.
Kalau memang salah, kita minta diproses. Ketua panitia jangan diam dan harus berani bertanggung jawab. Jangan kemudian menarik-narik ke kami yang hanya formalitas namanya masuk dalam SK, ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota panitia napak tilas lainnya juga membenarkan bahwa kegiatan napak tilas merupakan agenda besar daerah yang diinisiasi dan digaungkan secara masif oleh Bupati sebelumnya, Martin Rantan. Kegiatan ini dilaksanakan atau dikendalikan oleh Ketua Panitia Napak Tilas, Gusti Kamboja, yang merupakan orang dekat dari Martin Rantan.
Semua orang juga tahu, apalagi para kepala dinas dan jajaran di Ketapang. Semua tahu bahwa napak tilas ini adalah gawai Pak Martin dan segala teknis pelaksana dikelola oleh Gusti Kamboja, dibantu oleh sekretarisnya Leonardus Rantan, adik dari Martin Rantan. Mereka menjalankan proposal, rapat, dan lainnya, jelasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar