Wakil Bupati Nanik: Program MBG Jalani Tol Pengentasan Kemiskinan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam hal ini, program ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga memberikan peluang kerja bagi warga sekitar.

Salah satu cara yang digunakan dalam program MBG adalah dengan mempekerjakan warga lokal sebagai relawan dapur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses penyediaan makanan dan membuka peluang kerja yang lebih luas. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja tambahan melalui kebutuhan bahan-bahan baku yang diperlukan oleh SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi).

Rekrutmen Relawan Dapur


Setiap dapur MBG diwajibkan merekrut 47 orang warga setempat sebagai relawan. Tugas mereka sangat beragam, mulai dari pencuci ompreng, penerima dan pencuci bahan makanan, hingga menyiapkan dan memotong bahan makanan, memasak, serta membagi makanan dalam proses pemorsian. Selain itu, para relawan juga bertugas mengantarkan makanan ke sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat.

Meskipun jumlah penerima manfaat mungkin berkurang, SPPG dilarang untuk memecat para relawan dapur tersebut. Ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya fokus pada pengadaan makanan, tetapi juga pada perlindungan hak tenaga kerja yang terlibat dalam prosesnya.

Peluang Kerja di Sektor Pasokan Bahan Baku

Selain mempekerjakan relawan dapur, program MBG juga memberikan dampak positif dalam bentuk peningkatan lapangan kerja di sektor pasokan bahan baku makanan. Setiap SPPG memerlukan pasokan bahan baku yang cukup besar, terutama jika seluruh SPPG di wilayah tersebut telah beroperasi secara penuh.

Misalnya, untuk kebutuhan buah saja, satu SPPG membutuhkan sekitar 2 hingga 3 kuintal. Begitu pula dengan kebutuhan akan tempe, tahu, telur, dan bahan-bahan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Peran Program MBG dalam Mengatasi Kemiskinan Perkotaan

Menurut Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, masalah kemiskinan perkotaan memang cukup kompleks. Keterbatasan lahan membuat upaya pengentasan kemiskinan menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadikan masyarakat bekerja.

Dengan adanya program MBG, peluang kerja bisa terbuka lebar, baik di dapur maupun dalam penyediaan bahan baku pangan. Hal ini tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan penghasilan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi lokal.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi dalam mengatasi kemiskinan di perkotaan. Dengan mempekerjakan warga lokal sebagai relawan dapur dan membuka peluang kerja di sektor pasokan bahan baku, program ini memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, MBG menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan