Wakil Gubernur Jabar Kecam Penghina Sunda, Minta Polisi Tangkap Pelaku

Peristiwa Penghinaan terhadap Suku Sunda di Media Sosial

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di media sosial, di mana seorang pemuda mengeluarkan pernyataan yang dianggap sebagai penghinaan terhadap suku Sunda. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sunda yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan tanggapan tegas terkait peristiwa tersebut. Ia mengecam tindakan pemuda yang dinilai telah menciptakan ketegangan dan memicu perselisihan antar masyarakat. Menurut Erwan, tindakan tersebut sudah melanggar prinsip kesopanan dan nilai-nilai keberagaman yang ada di Indonesia.

"Sebagai orang Sunda, saya merasa sangat terhina dan marah. Ini sudah masuk dalam kategori SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) yang dapat memecah belah bangsa," ujarnya kepada wartawan pada Kamis 11 Desember 2025.

Erwan juga menekankan pentingnya tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk menangani kasus ini. Ia meminta agar pelaku segera ditangkap agar tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan. "Saya berharap kepolisian segera menangkap orang tersebut dan memberikan efek jera," tambahnya.

Kritik terhadap Ujaran Rasis

Menurut Erwan, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan kritik atau kekesalan terhadap individu tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu tidak boleh dibawa ke tingkat identitas suku, budaya, atau golongan.

"Silakan marah kepada personal, tetapi jangan sampai menghina suku apa pun. Saya berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan agar ada efek jera," ujarnya dengan tegas.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua anggota suku sama. Maka dari itu, masyarakat harus memfokuskan perhatian pada oknum yang melakukan tindakan tidak sopan, bukan pada seluruh kelompok suku.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, video yang menampilkan aksi seorang pemuda bernama Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan viral di media sosial. Dalam video tersebut, pemuda ini diduga melontarkan ucapan yang bernada hinaan terhadap suku Sunda.

Aksi tersebut mendapat kecaman dari banyak pihak karena dianggap rasis dan tidak mencerminkan nilai-nilai keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia. Banyak netizen mengecam tindakan pemuda tersebut dan meminta agar kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini.

Hingga saat ini, publik masih menantikan langkah resmi dari aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. Tindakan yang diambil oleh kepolisian akan menjadi indikator bagaimana sistem hukum di Indonesia menangani isu-isu yang berkaitan dengan SARA.

Pentingnya Kesadaran Bersama

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga. Setiap suku, agama, ras, dan golongan harus saling menghormati satu sama lain. Tidak boleh ada yang menghina suku apa pun, baik itu Sunda, Jawa, Batak, maupun suku lainnya.

Kita harus bersama-sama menjaga harmoni dalam masyarakat. Tidak hanya melalui tindakan hukum, tetapi juga melalui kesadaran diri dan edukasi tentang pentingnya toleransi dan saling menghargai.

Dengan demikian, harapan besar diletakkan pada kepolisian untuk segera bertindak dan memberikan contoh nyata bahwa tindakan rasis tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan