Wakil Ketum PBNU Zulfa Mustofa Siap Tertibkan Kelembagaan


Pada masa kepemimpinan sementara, Zulfa Mustofa, yang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengungkapkan rencana untuk melakukan perbaikan dan penataan kembali kelembagaan organisasi. Hal ini dilakukan setelah terjadi beberapa konflik internal di dalam tubuh NU. Salah satu fokus utamanya adalah urusan administratif, termasuk memastikan keabsahan surat keputusan (SK) kepengurusan di tingkat cabang maupun wilayah.

Zulfa menyatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk tidak memperlambat penerbitan SK karena hal tersebut berkaitan langsung dengan layanan yang diberikan kepada masyarakat. "Saya berjanji tidak akan memperlambat seluruh SK karena itu berkaitan dengan layanan-layanan," ujarnya dalam pernyataan tertulis pada Jumat, 12 Desember 2025.

Akselerasi kelembagaan yang dilakukan oleh Zulfa sejalan dengan agenda besar hasil rapat pleno yang digelar oleh jajaran Syuriyah di Hotel Sultan pada Selasa, 9 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, Zulfa menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, akan dilakukan percepatan pelaksanaan muktamar PBNU.

Dia juga menyampaikan komitmennya untuk menggelar muktamar yang bebas dari praktik politik uang. "Segera mempersiapkan muktamar secepat-cepatnya, seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, sejujur-jujurnya," ujar Zulfa.

Selain itu, Zulfa menyoroti adanya upaya-upaya dari kelompok tertentu yang mencoba membenturkan jajaran Syuriyah dengan para ulama sepuh. Ia mengimbau kepada jajarannya untuk tidak terpancing dengan upaya adu domba tersebut. "Kami harus menyelesaikan masalah NU di dalam organisasi," katanya.

Zulfa meyakini bahwa roda organisasi NU sudah berjalan normal. Ia membantah narasi yang menyatakan bahwa PBNU hanya sibuk dengan konflik internal. "NU sudah normal," ujarnya.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, Zulfa telah menggelar rapat konsolidasi yang mengundang jajaran pengurus pusat, puluhan pengurus wilayah, serta ratusan pengurus cabang se-Indonesia, termasuk pengurus cabang istimewa. Rapat yang digelar secara daring ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil keputusan rapat pleno yang digelar Syuriyah PBNU.

Ia meminta agar seluruh jajaran pengurus merapatkan barisan dan bersatu untuk menjalankan fungsi kelembagaan demi warga nahdliyin dan masyarakat Indonesia. Zulfa juga menyampaikan rencana PBNU untuk menggelar konferensi besar organisasi sekaligus peringatan 1 Abad NU di Stadion Gelora Bung Karno pada akhir Januari 2026.

Di sisi lain, PBNU pimpinan Yahya Cholil Staquf juga menggelar rapat koordinasi yang membahas ihwal bantuan penanggulangan bencana di Sumatera. Rapat ini awalnya diagendakan sebagai pleno. Salah satu pembahasan utamanya yaitu konsolidasi PBNU.

Namun, kata Yahya, rapat pleno tersebut harus ditunda pelaksanaannya karena Rais Aam Miftachul Akhyar tidak memenuhi undangan tersebut. "Menurut ketentuan pleno harus dipimpin Rais Aam dan Ketua Umum PBNU," ujarnya di kantor PBNU, Jakarta pada Kamis, 11 Desember 2025.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan