
Perdagangan Saham di BEI Tandai Awal Tahun 2026 yang Menjanjikan
Pada awal tahun 2026, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tanda-tanda positif. Setelah penutupan Jumat, 2 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13. Kenaikan ini menjadi sinyal positif yang menyambut akhir pekan, Sabtu 3 Januari, dengan ekspektasi bahwa tren penguatan akan terus berlanjut.
Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen ke level 852,00. Sektor manufaktur domestik disebut sebagai motor penggerak utama, meski data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan perlambatan aktivitas pabrik. Namun, posisi indeks manufaktur masih berada di zona ekspansi, menandakan bahwa aktivitas ekonomi tetap tumbuh.
Pergerakan Saham Unggulan
Di tengah penguatan IHSG, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru mengalami tekanan. Pada perdagangan Jumat, saham BBRI dibuka di Rp 3.660, sempat menyentuh Rp 3.670, namun ditutup melemah 0,82 persen ke Rp 3.630 per saham. Tekanan ini terjadi meski sentimen dividen interim sempat memberi dorongan di awal sesi.
Sementara itu, saham-saham sektor energi dan konsumer masih menjadi incaran investor. Analis MNC Sekuritas menyebut saham ADRO, IMPC, PTRO, dan UNVR sebagai pilihan yang berpotensi menguat, dengan support IHSG di kisaran 8.525–8.493 dan resistance di 8.656–8.714.
Sentimen Domestik dan Global
Optimisme pasar tidak lepas dari faktor domestik. Menteri Keuangan RI, Purbaya, sebelumnya menegaskan outlook ekonomi 2026 tetap positif, meski tantangan global masih membayangi. Injeksi likuiditas sebesar Rp 200 triliun ke bank-bank negara pada September 2025 menjadi salah satu kebijakan yang diharapkan mampu menjaga stabilitas.
Dari sisi global, pertumbuhan ekonomi China sekitar 5 persen pada 2025 memberi sinyal positif bagi mitra dagang, termasuk Indonesia. Meski Presiden Xi Jinping menyebut tahun tersebut penuh tantangan, pasar tetap menilai prospek perdagangan akan menopang kinerja bursa.
Analisis Teknis dan Prospek
Secara teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resistance di area 8.660 dan support di 8.610. Optimisme awal tahun, ditambah semangat ekonomi baru, menjadi katalis yang mendorong investor untuk masuk ke pasar.
Namun, sejumlah analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Pergerakan IHSG yang cepat bisa memicu aksi ambil untung, terutama pada saham-saham yang sudah mengalami kenaikan signifikan sejak akhir 2025.
Arah Pasar Sabtu, 3 Januari 2026
Memasuki Sabtu, 3 Januari 2026, pelaku pasar menaruh perhatian pada arah IHSG setelah penguatan di dua sesi sebelumnya. Sejumlah indikator menunjukkan tren positif masih berlanjut, meski volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diantisipasi.
Investor ritel diperkirakan akan lebih aktif, memanfaatkan momentum awal tahun untuk masuk ke saham-saham berfundamental kuat. Sektor perbankan, energi, dan konsumer masih menjadi fokus, sementara saham-saham teknologi mulai dilirik seiring perkembangan digitalisasi ekonomi.
Pergerakan IHSG pada awal 2026 mencerminkan optimisme pasar terhadap arah ekonomi nasional. Meski tekanan pada saham tertentu seperti BBRI menunjukkan adanya dinamika, tren penguatan indeks menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik kuat.
Dengan dukungan sentimen domestik, prospek perdagangan global, serta kebijakan fiskal yang menjaga likuiditas, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan sepanjang Januari. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama menghadapi potensi koreksi akibat aksi ambil untung.
Sabtu, 3 Januari 2026, menjadi momentum penting bagi pelaku pasar untuk menilai arah pergerakan indeks. Apakah tren penguatan akan berlanjut, atau justru koreksi jangka pendek terjadi, akan sangat bergantung pada strategi investor dalam membaca dinamika ekonomi.
IHSG awal tahun 2026 ditutup menguat di level 8.748, didukung sentimen positif sektor manufaktur dan optimisme ekonomi domestik. Meski beberapa saham unggulan mengalami tekanan, arah pasar pada Sabtu, 3 Januari 2026 tetap menunjukkan potensi penguatan. Pelaku pasar diimbau menjaga kewaspadaan, sembari memanfaatkan momentum awal tahun untuk memperkuat portofolio.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar