Wali Kota Banda Aceh Menangis Saat Membahas Donasi Bencana, Ini Profil Singkatnya

Wali Kota Banda Aceh Menangis Saat Membahas Donasi Bencana, Ini Profil Singkatnya

Wali Kota Banda Aceh Menangis Saat Mengkritik Aturan Penggalangan Dana

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menunjukkan emosi yang kuat saat menghadapi pernyataan terkait aturan penggalangan dana untuk korban bencana. Ia menangis saat menyampaikan tanggapannya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VIII DPR RI di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh.

Illiza merasa bahwa usaha masyarakat dalam membantu para korban seharusnya mendapatkan apresiasi, bukan dibebani dengan syarat tambahan. Ia menilai bahwa tindakan tersebut justru memperumit proses bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Belum lagi hari ini, mohon maaf, mitra kerja Mensos menyampaikan statement, apabila artis, influencer (donasi), daftar dulu nanti diaudit, ini juga apa? ujarnya sambil menangis.

Ia berharap agar mereka yang telah berjuang memberikan bantuan kepada korban dapat diapresiasi, bukan justru diawasi secara ketat.

Kondisi Darurat dan Tantangan yang Dihadapi

Selama 14 hari terakhir, masyarakat dan pemerintah daerah terus bekerja sama untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing rumah warga. Illiza menggambarkan betapa beratnya situasi yang dihadapi di lapangan.

Kalau itu keluarga kita, anak kita, ibu kita, bayangkan mereka tidak difardhukifayakan, katanya.

Akses jalan yang rusak menjadi salah satu hambatan utama dalam distribusi logistik. Illiza menjelaskan bahwa kemampuannya hanya terbatas pada pengiriman beberapa tangki bahan bakar saja. Setelah itu, bantuan akan habis.

Tanpa akses jalan yang memadai, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih dan bantuan esensial lainnya. Illiza menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin menyiram satu per satu rumah warga yang tertimbun lumpur.

Bahkan dengan alat berat, halaman masjid pun belum selesai dibersihkan. Abrasi sungai juga telah menghancurkan sejumlah rumah, sehingga warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.

Proses Rehabilitasi dan Pembangunan Rumah Baru

Menurut Illiza, tanpa status darurat nasional, proses rehabilitasi dan pembangunan rumah baru harus menunggu anggaran tahun 2026. Ia mengingatkan pengalaman Aceh saat tsunami yang membutuhkan badan khusus untuk rekonstruksi.

Kalau tidak, maka menunggu tahun anggaran dan penggunaannya juga harus tender, jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa bahkan bantuan dari influencer saja harus melalui proses laporan dan audit. Hal ini membuatnya merasa bahwa pemerintah sendiri juga memiliki tantangan dalam menjalankan program bantuan.

Profil Singkat Illiza Saaduddin Djamal

Illiza Saaduddin Djamal adalah perempuan pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Banda Aceh. Ia dilantik pada 12 Februari 2025 oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Data Diri

  • Lahir: 31 Desember 1973
  • Partai: PPP
  • Pendidikan: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (S1, tahun 2009)

Karier Politik

  • Anggota DPRD Banda Aceh (20042006)
  • Wakil Wali Kota Banda Aceh (20072012)
  • Wakil Wali Kota Banda Aceh (20122014)
  • Plh. Wali Kota Banda Aceh (FebJun 2014)
  • Wali Kota Banda Aceh (20142017)
  • Staf Khusus Wakil Gubernur Aceh (20172019)
  • Anggota DPR RI (20192024)
  • Wali Kota Banda Aceh (20242029)


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan