Wali Kota Lantik Pengurus Karang Taruna Kota Bandung 2025-2029

Pelantikan Pengurus Karang Taruna Kota Bandung Masa Bakti 2025-2029

Pengurus Karang Taruna Kota Bandung masa bakti 2025-2029 telah dilantik oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Padepokan Mayang Sunda, Bandung. Acara pelantikan ini menjadi momen penting dalam memperkuat peran Karang Taruna sebagai organisasi yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kota Bandung 2025-2029 terpilih, Andri Gunawan, melanjutkan masa bakti sebelumnya. Ia didampingi oleh para anggota dewan lainnya seperti Aswan Asep Wawan, yang menjabat Wakil Ketua II bidang pendidikan dan penelitian, serta Mukhamad Adi Widyanto dan Iqbal Mohamad Usman sebagai Wakil Bendahara I dan III dalam periode kepengurusan ini.

Selain itu, pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandung juga dipercaya mengisi sejumlah posisi di masa kepengurusan 2025-2029. Pimpinan DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih, S.H., dan H. Toni Wijaya S.E., S.H., menjadi Anggota Majelis Pertimbangan Karang Taruna, bersama para Anggota DPRD Kota Bandung mulai dari Aa Abdul Rozak, S.Pd.I., M.Ag.; dr. Agung F. Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS, FINASIM; H. Andri Rusmana, S.Pd.I, M.A.P; Elton Agus Marjan, S.E.; M. Bagja Jaya Wibawa, S.H.; M. Syahlevi Erwin Apandi; Nina Fitriani S.IP., M.IP.; Rendiana Awangga S.Tr.Kom.Ak.; serta H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si. Sedangkan Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., dipercaya menjadi Anggota Dewan Pakar di kepengurusan Karang Taruna Kota Bandung 2025-2029 ini.

Komitmen untuk Bekerja dan Berkontribusi

Ketua Karang Taruna Kota Bandung Andri Gunawan menyampaikan bahwa kepengurusan ini siap berkomitmen untuk menjalankan tahun-tahun mendatang dengan bekerja. Dalam dua tahun terakhir, Karang Taruna Kota Bandung telah cukup untuk menguatkan kekokohan internal sehingga menjadi bekal penting untuk menggerakkan serangkaian program pengabdian kepada masyarakat.

“Sekali lagi kita tidak akan terlalu panjang berpidato karena selepas ini waktu yang akan kita habiskan adalah waktu bekerja, bekerja, dan bekerja. Kalau masa bakti sebelumnya penguatan kelembagaan, penguatan ke dalam. Tinggal sekarang giliran kuatnya keluar, berbaktinya keluar. Itulah yang membedakan 5 tahun lalu dengan 5 tahun ke depan. Ini kan periode kedua saya. Dirasa bahwa dalam 5 tahun terakhir Karang Taruna sudah solid di dalam, sudah kuat di dalam, tinggal sekarang mengabdikan diri keluar,” kata Andri.

Selain bekerja membantu sisi sosial dan kemanusiaan warga sekitar, Karang Taruna Kota Bandung juga akan selalu mengiringi kerja dan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota. “Karena kita siap mengadakan garda-garda terdepan, menyupir ambulans, mendata PMKS, memperjuangkan warga yang bansosnya tidak diterima, mengantar mereka yang tidak bisa berobat ke rumah sakit. Jumlah kami terbilang tidak sedikit dan kami siap menggunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan warga Kota Bandung,” tuturnya.

Bersama kepengurusan ini, sejumlah program telah disiapkan untuk menyokong warga-warga yang menghadapi kesulitan. Di antaranya, Karang Taruna akan menjadi garda terdepan untuk memastikan semua anak muda di Bandung punya ijazah sampai SMA. “Yang tidak sekolah, kita buatkan PKBM-nya (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) bareng-bareng. Yang ijazahnya tertahan, bisa diadvokasi oleh Karang Taruna,” katanya.

Perhatian pada Masalah Stunting dan Sosial

Persoalan stunting juga jadi sorotan. Karang Taruna akan ikut membantu penyuluhan kepada pasangan-pasangan muda. Kemudian juga ikut bantu dalam proses memberikan pencerahan, memberikan wawasan kepada pasangan orang tua yang memiliki anak, yang sedang bertumbuh di usia emasnya. “Selanjutnya, problem-problem sosial kemasyarakatan. Karang Taruna harus terjun dalam konteks pelatihan-pelatihan, kewirausahaan, dan lain-lain. Jadi pidatonya sudah selesai, tinggal bekerjanya sekarang,” ujar Andri.

Tantangan Terbesar dalam Era Digitalisasi

Seusai melantik pengurus Karang Taruna Kota Bandung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa tantangan terbesar dari demokratisasi di era digitalisasi saat ini adalah lebih berkembangnya individualistis daripada kolektivis. Bahkan di tengah masyarakat masih ada yang takut menyebutkan kolektivis.

Padahal, nilai kolektif itulah yang menjadi akar dari kehidupan masyarakat, dan Karang Taruna menjadi salah satu contoh simpul pelaksana nilai kolektif terstruktur yang mampu berkontribusi besar bagi masyarakat sekitar. “Mari kita jaga semangat kebersamaan ini dalam sebuah ruang kolaborasi bernama Karang Taruna yang hadir dari kota-kota, kecamatan sampai kelurahan dan sampai ke sendi-sendi kehidupan masyarakat saat ini. Jadilah bagian yang kreatif dalam mengelola lingkungan dan kehidupan sosial kemanusiaan. Mari kita jaga nilai-nilai solidaritas, dan bersama-sama menyiapkan diri menjadi para calon pemimpin. Saya yakin bahwa suatu hari yang akan memimpin Kota Bandung adalah Karang Taruna,” tutur Farhan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan