Wali Kota Surabaya Kirim Dana Perbaiki Jalan Putus di Aceh


Bantuan Uang Tunai untuk Perbaikan Jalan di Wilayah Terdampak Bencana Alam

Surabaya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu perbaikan jalan yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hingga hari Kamis (11/12/2025), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah berhasil mengumpulkan dana sebesar kurang lebih Rp1,35 miliar. Dana tersebut berasal dari donasi para warga yang disalurkan melalui Posko Peduli Bencana Sumatra.

Eri menjelaskan bahwa masing-masing pemerintah daerah telah menerima Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 900.1.1.4/9595/SJ Tahun 2025 tentang Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka penanganan masyarakat terdampak bencana alam.

Ada surat [edaran] dari Mendagri karena seperti Lhokseumawe kemarin itu meminta bantuan karena jalannya putus, kata Eri saat memberikan keterangan di Balai Kota Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri menyebut bahwa dirinya juga diminta untuk mengimbau kepada seluruh pemerintah kota di seluruh Indonesia agar bisa memberikan sumbangan.

Pak Mendagri menyampaikan ke saya, sebagai Ketua APEKSI supaya disampaikan kepada seluruh anggota APEKSI, agar bisa membantu, dan lebih baik dalam bentuk uang, ujarnya.

Eri menjelaskan bahwa kebutuhan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap bencana ekologis yang melanda tiga provinsi di Sumatra tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.

Kebutuhan di Aceh sangat besar, untuk jalan putus di Lhokseumawe butuh Rp 3 miliar, belum rumah yang rusak. Belum bagaimana mengangkat gelondongan kayu, katanya.

Nantinya, bantuan dana yang telah terkumpul tersebut akan dipindahbukukan ke rekening milik pemerintah pusat yang tersedia. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak signifikan.

Kita kumpulkan dulu hingga nilainya bisa kita bagi di beberapa kota. Jadi kita nanti tidak [terjun langsung] ke sana, tidak ke Aceh, tapi kita sampaikan melalui rekening-rekening, jelasnya.

Upaya Kolaboratif dalam Penanganan Bencana

Beberapa langkah penting telah diambil oleh Pemkot Surabaya dalam mendukung upaya penanganan bencana di wilayah Sumatra. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi fokus utama:

  • Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
  • Pemkot Surabaya bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memastikan dana bantuan disalurkan secara efektif.
  • Proses pengelolaan dana dilakukan melalui rekening yang sudah ditentukan.

  • Partisipasi Masyarakat

  • Donasi dari masyarakat merupakan salah satu sumber utama dana yang dikumpulkan.
  • Partisipasi aktif warga mencerminkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

  • Peran APEKSI

  • Sebagai ketua APEKSI, Eri Cahyadi memainkan peran penting dalam mengajak pemerintah kota lain untuk berpartisipasi.
  • Pemkot Surabaya menjadi contoh dalam menunjukkan komitmen untuk membantu daerah terdampak.

  • Prioritas pada Infrastruktur

  • Fokus utama bantuan adalah pada perbaikan infrastruktur seperti jalan yang rusak akibat bencana.
  • Biaya perbaikan jalan sangat besar, terutama di wilayah yang terkena dampak parah.

Tantangan dalam Pemulihan

Meskipun ada banyak upaya yang dilakukan, masih terdapat tantangan dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana. Beberapa antara lain:

  • Keterbatasan Anggaran
  • Meskipun dana telah terkumpul, jumlahnya masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar.
  • Diperlukan partisipasi lebih luas dari berbagai pihak.

  • Kompleksitas Logistik

  • Proses pengangkutan bantuan dan perbaikan infrastruktur memerlukan koordinasi yang baik.
  • Tantangan logistik dapat memperlambat proses pemulihan.

  • Kepedulian Masyarakat

  • Meskipun ada dukungan dari masyarakat, diperlukan kesadaran kolektif untuk terus berkontribusi.
  • Edukasi dan sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat tetap peduli.

Dengan upaya bersama dan kolaborasi yang kuat, diharapkan proses pemulihan di wilayah terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan