
Permasalahan Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa banyak masalah dalam proses pembelajaran di sekolah dasar dan menengah saat ini berasal dari kemampuan siswa yang kurang mampu mengontekstualisasikan materi pelajaran. Pernyataan ini disampaikannya saat menutup Pelatihan Pembelajaran Mendalam yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat bersama Persatuan Islam (Persis) di Lembang.
Menurut Atip, hasil asesmen terbaru menunjukkan bahwa sejumlah siswa mampu memahami konsep matematika secara teoritis, tetapi tidak dapat menerapkannya dalam situasi nyata. Hal serupa juga terlihat dalam kemampuan membaca, memahami wacana, serta menganalisis teks pada mata pelajaran bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Ia menilai bahwa pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan dan latihan soal menjadi salah satu penyebab lemahnya kemampuan kontekstual siswa. Meskipun siswa mengetahui rumus atau kaidah, mereka belum bisa menghubungkannya dengan persoalan dunia nyata yang membutuhkan pemahaman mendalam.
Prioritas Pembelajaran Mendalam
Untuk menjawab kondisi tersebut, Atip menekankan bahwa Kemendikdasmen menjadikan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai prioritas utama. Pendekatan ini bukanlah kurikulum baru, melainkan cara pandang yang mengutamakan penguasaan substansi materi secara komprehensif.
“Atas dasar itu, prioritas utamanya adalah what to teach sebelum how to teach. Guru harus benar-benar memahami apa yang diajarkan sebelum berpikir bagaimana cara menyampaikannya,” ujar Atip dalam siaran pers.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam pembelajaran mendalam, yaitu:
- Meaningful learning – pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi siswa.
- Kemampuan mengontekstualisasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
- Penerapan mindful learning dan joyful learning – pembelajaran yang sadar dan menyenangkan.
Pilar-pilar ini diharapkan membuat pembelajaran lebih relevan dan menyenangkan bagi siswa.
Pentingnya Ruang untuk Guru
Atip menambahkan bahwa proses belajar tidak boleh berlangsung dalam tekanan. Oleh karena itu, guru harus diberi ruang yang cukup untuk fokus mengajar tanpa dibebani tugas administratif yang berlebihan. Ia menilai bahwa beban birokratis sering kali mengalihkan perhatian dan tenaga guru dari inti kegiatan pembelajaran.
Selain penguatan pedagogi, pemerintah terus memperluas dukungan peningkatan kompetensi guru melalui berbagai fasilitas belajar, beasiswa peningkatan kualifikasi, serta tunjangan bagi guru non-PNS. Penguasaan konten disebut sebagai fondasi penting bagi penerapan pembelajaran mendalam yang berkualitas.
Pelatihan Pembelajaran Mendalam
Kepala BBGTK Jawa Barat, Sugito Adiwarsito, mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 236 peserta, termasuk 172 guru PAUD dan 64 guru SD. Selain itu, sebanyak 106 kepala sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK turut terlibat sebagai peserta.
Sugito menjelaskan bahwa pelatihan mencakup pemahaman teoretis tentang konsep pembelajaran mendalam, diskusi antarpeserta, simulasi pembelajaran, serta praktik asesmen. Semua peserta dinyatakan lulus sesuai ketentuan dan telah menerima sertifikat.
Ia menambahkan bahwa para peserta dibekali growth mindset serta penguatan pedagogical content knowledge sebagai bekal untuk menerapkan pembelajaran mendalam yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di kelas masing-masing.
Pengalaman Peserta
Guru SDIT Persis Tarogong Garut, Alpiyani, mengatakan bahwa pelatihan memberikan pengalaman berharga dan wawasan baru terkait strategi pembelajaran. Menurutnya, rangkaian kegiatan memperkuat motivasi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan bagi siswa.
Sementara itu, Kepala SMA Plus Mualimin Bandung Barat, Arif Rahman Hakim, menyebutkan bahwa pelatihan lima hari tersebut memberikan penguatan penting bagi kepemimpinan sekolah. Ia menilai banyak materi dan praktik baik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan yang ia pimpin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar