[WANSUS] CISDI: Polusi Perpendek Umur 2,9 Tahun

Polusi Udara di Kota-Kota Besar: Masalah yang Mengancam Kesehatan dan Kehidupan

Langit kota kini tak lagi sekadar latar biru bagi gedung-gedung pencakar langit. Ia berubah menjadi cermin sunyi yang memantulkan masalah kronis perkotaan, yakni polusi udara. Di tengah kepadatan penduduk dan kemacetan yang kian mengular, udara kotor menjadi ancaman tak kasat mata yang setiap hari dihirup jutaan warga kota.

Bagi masyarakat perkotaan, khususnya di kota besar seperti Jakarta, polusi udara bukan lagi isu jauh atau sekadar angka dalam laporan riset. Ia hadir sejak langkah pertama keluar rumah, menyusup lewat masker yang tipis, dan menetap di paru-paru mereka yang terjebak rutinitas. Pilihan seolah tak tersedia—orang tetap harus bekerja, mencari nafkah, dan mengadu nasib di tengah kualitas udara yang terus memburuk.

Kemacetan kendaraan bermotor yang tak kunjung terurai, aktivitas industri, hingga pembangunan yang masif memperparah kondisi lingkungan. Setiap tarikan napas menjadi kompromi antara bertahan hidup dan mempertaruhkan kesehatan. Anak-anak, lansia, hingga pekerja sektor informal menjadi kelompok paling rentan, menanggung dampak yang kerap tak langsung terasa, namun perlahan menggerogoti tubuh.

Masalah Utama Polusi di Kota-Kota Besar

Menurut Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), masalah utama polusi adalah sumber polutan. Saat ini kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polutan yang besar di kota besar. Hal ini berkaitan dengan tingginya populasi di area tersebut yang memengaruhi tingginya penggunaan kendaraan bermotor setiap hari.

Selain itu, tata letak kota juga ikut berperan dalam buruknya kualitas udara. Salah satunya, minimnya ruang terbuka hijau (RTH) yang membuat sumber oksigen dan filtrasi udara terbatas.

Hubungan Antara Polusi dan Kemiskinan

Paparan polusi udara setiap hari mampu memengaruhi kualitas hidup atau kesehatan masyarakat. Hal ini membuat biaya berobat menjadi lebih tinggi, sehingga mengganggu keuangan keluarga atau individu karena tidak semua orang punya privilege mendapatkan asuransi kesehatan.

Selain itu, penurunan kesehatan akibat polusi bisa menyebabkan penurunan produktivitas kerja. Beberapa kelompok masyarakat juga sangat bergantung pada pekerjaan harian untuk memenuhi kebutuhannya. Kesakitan yang diakibatkan polusi bisa menyebabkan pengurangan produktivitas yang berdampak pada kondisi finansial.

Menurut CISDI, korelasi antara pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas udara perlu diteliti lebih jauh, karena ada banyak faktor lain yang memengaruhi kemiskinan.

Dampak Polusi Terhadap Harapan Hidup

Ya, betul. Menurut Global Exposure Mortality Model, polusi udara bisa mengurangi rata-rata harapan hidup hingga 2,9 tahun. Kondisi ini bisa terjadi akibat buruknya udara yang kita hirup setiap hari, dan berdampak pada kesehatan setiap individu.

Polutan yang masuk ke dalam tubuh perlahan-lahan bisa merusak fungsi organ tubuh karena PM2.5, yang merupakan salah satu polutan berbahaya, bisa bersarang di dalam sistem jaringan tubuh manusia dan menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya penyakit pernafasan kronis sampai masalah jantung.

Kebijakan yang Bisa Dilakukan Pemerintah

Kebijakan apa yang bisa dilakukan, pertama, perlu meminimalisir sumber polutan. Sumber polutan, kendaraan bermotor bisa dikurangi dengan berbagai cara, seperti meregulasi mengimplementasi pengecekan emisi kendaraan bermotor secara berkala, bukan hanya kendaraan pribadi, namun juga kendaraan transportasi umum yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

Kedua, perbaiki sistem transportasi umum, khususnya di wilayah urban dan sekitarnya. Buat sistem kendaraan umum lebih inklusif bagi semua lapisan masyarakat, contohnya kendaraan dan akses dibuat menjadi lebih disability friendly.

Ketiga, beri insentif bagi orang yang memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor yang lebih ramah lingkungan, dan mungkin beban pajak yang lebih tinggi bagi kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar minyak yang berkontribusi besar pada polusi.

Keempat, selain itu riset dan produksi BBM dengan angka RON yang lebih tinggi, agar polutan yang dihasilkan lebih minim, dan diberikan insentif agar meningkatkan daya beli masyarakat.

Kelima, berikan larangan tegas dan teguran kepada orang yang masih membakar sampah sembarangan.

Upaya Masyarakat Kelompok Rentan untuk Meminimalisir Dampak Polusi

Cek selalu AQI App sebelum berkegiatan di luar ruangan. Sebaiknya hindari waktu ketika kualitas udara sangat buruk. Jika keluar ruangan, sebaiknya menggunakan masker yang cukup efektif seperti KN95 dan KF94, yang menurut riset lebih efektif dalam melindungi diri dari polusi dari pada masker biasa.

Jaga kebersihan diri ketika sampai di rumah dan jaga kesehatan dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Peran Anak Muda dalam Mengatasi Masalah Polusi

Hal yang paling sederhana, terlibat dalam peningkatan kesadaran dan kampanye polusi udara dari setiap individu. Banyak sekali orang yang belum aware mengenai buruknya kondisi udara di area perkotaan, dan juga dampaknya bagi kesehatan. Belajar mengenai polusi udara dan memberi tahu orang lain merupakan langkah awal yang penting.

Selain itu, komunitas bisa melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan kemampuan mereka untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat dan melakukan edukasi pada masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan